Apakah yang terbesit dalam pikiran sahabat ketika mendengar kata "pulang"? kembali ke rumah setelah melakukan sebuah perjalanan? ya,itu benar atau kembali ke kampung halaman yang istilah kerennya orang lebih kenal mudik yang umumnya dilakukan ketika hari raya. Ehmm..benar juga tapi yang terbesit dalam pikiran saya ketika mendengar kalimat ini adalah kembali ke rumah abadi, tahu kan apaan? kematian. Hanya sekedar mengingatkan suatu hari kelak akan kita tempuh masa itu. Sebuah perjalanan pulang menuju alam berbeda seorang insan untuk bertemu Tuhannya. Mengapa kematian sering di ibaratkan dengan kata pulang? sebab kata pulang sendiri lebih dimaknai dari kembalinya sebuah perjalanan, ya perjalanan dalam dunia fana. (ihhh,,ko jadi serem begini yang dibahas)
Well, kembali ke pembahasan utama. Terkait dengan tema yang di usung dalam blog competition ini bertema travel saya ingin berbagi kisah mengenai makna pulang dalam beberapa trip perjalanan yang saya lakukan.
Sejauh apapun langkah, beribu kilometer dilalui hakikatnya tujuan utama pada akhirnya adalah kembali pulang. Bertemu kembali dengan orang terkasih yakni keluarga yang tengah menanti. Pulang tidak saja berarti perjalanan fisik namun juga mental dan tekad yang harus di lalui dengan sebuah usaha dan pengorbanan ketika berjumpa dengan orang terkasih menjadi penyemangat langkah untuk kembali.
Yihaaa...Harapan kecil saya yang lain pun terpenuhi sudah yakni melewati pergantian usia dengan suasana berbeda, berpetualang di Gunung. Alhamdulillah tepat 01 Februari lalu ketika usia saya telah genap seperempat abad saya melewati pergantian usia menyatu dengan alam, hal yang saya impikan sejak lama meski tanpa perayaan, meski tanpa banyak ucapan ( Bahkan teman-teman terdekat saya pun ga inget sama sekali ) apa lagi kue tart sangat mungkin ga ada. Melakukan pendakian bertemakan #Camping Ceria yang di usung salah satu komunitas @temanjalan_id, saya bersama 25 orang lainnya memulai petualangan tersebut (mereka adalah orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya kecuali salah seorang adik yang memang sengaja saya ajak, jadi wajarkan ga ada 1 pun yang tau bahwa salah seorang dari tim mereka tengah ada yang melewati moment spesial baginya) ke salah satu gugusan pegunungan di Garut Gunung Papandayan dengan ketinggian mencapai 2665 mdpl.
