 |
| Ilustrasi gambar cerpen (sumber : Pinterest) |
Malam kian larut, Alfian memasukan
motor besar nya di garasi, seperti kebiasaannya ia selalu pulang menjelang dini
hari setelah mengikuti balap liar bersama teman-temannya.
‘Click’ suara saklar dinyalakan.
Lampu ruang tamu yang semula padam menjadi terang benderang, dan sosok sangar
sang papah sudah menanti kedatangannya seakan ingin menelannya bulat-bulat.
“Dari mana saja kamu ??!!” Hardik
sang papah
Dengan cueknya Alfian menjawab “Apa
perduli Papah”
“Kamu ini lancang sekali !!
hidup masih ditanggung orang tua sudah berani melawan kamu” Papah Alfian
semakin murka
“Orang tua seperti apa dulu yang
mesti dihormati”
Dan tanpa diduga sebuah tamparan
mulus mendarat di wajah putih Alfian.