Jumat, 16 Agustus 2013

5 Fakta Unik Mengharukan Di balik Kemerdekaan Republik Indonesia

Berhubung Besok kita akan memperingati HUT RI yang ke-68, maka saya disini akan mengupdate artikel khusus tentang sejarah kemerdekaan negeri ini mencakup fakta unik di balik sejarah kemerdekaan yang mungkin masih banyak belum terpublikasi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF9b_OCgbgl4NZKNIxdn7lNn9S1XqQNdcC52JuVEn7GymXwHNZQBuEBMZTPNlFZFqZhM1h1xXt5W0aj9_BKzlmY79bUo0vyIMEgiiSf1irutdOGjzalIpnXIpizJE_j5a2ttanbZ90c7E/s320/bendera+Indonesia.jpg

1. Soekarno sakit saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Ternyata, 2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi. Kemerdekaan RI pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno masih tidur pulas di kamarnya di Jalan. Pegangsaan Timur No. 56, Cikini-Jakarta Pusat akibat serangan penyakit malaria tertiana.
Suhu badannya sangat tinggi setelah semalam begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah dokter pribadinya yang bernama dr. Soeharto datang dan mengaliri chinineurethan intramusculair di darahnya dan menenggak pil brom chinine, ia tertidur pulas hingga pukul 09.00 WIB. Dan kemudian baru pada pukul 10.00 WIB memproklamasikan Kemerdekaan RI.

K-Drama Mengharukan "Harmony"

Kali ini saya ingin membahas tentang film. Saya memang penggemar film drama 'sad ending' tapi jarang sekali ada film yang benar-benar bisa membuat saya sampai menangis. Dan semalem saya menambah daftar lagi film yang bisa buat saya sampai ngeluarin air mata sebuah K-drama Movie "Harmony" yang ditayangin di Net.

Sebuah kisah tentang kehidupan penjara wanita di korea selatan.Dalam film ini yang menjadi sorotan utama adalah Hong Jonghye ( Diperankan Kim Yujin ) seorang wanita paruh baya yang sedang mengandung dan terpaksa melahirkan bayinya di penjara yang kemudian anak itu di beri nama Min Wo. Ia dijebloskan dipenjara karena tidak sengaja membunuh suaminya yang sering melakukan kekerasan bahkan hampir mengancam bayinya yang masih dalam kandungan.Semua penghuni sel sangat menyangi Min Wo, kehadirannya balita lucu itu seakan menjadi pelipur duka kerasnya kehidupan penjara.

Rabu, 14 Agustus 2013

Ending Cerita Doraemon Yang Mengharukan

Menyebut kisah kartun dan komik asal Jepang, nama Doraemon adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan oleh anak-anak jaman sekarang, sosok Doraemon tetap saja abadi dan menjadi salah satu ikon komik terbaik sepanjang masa.

Mulai diterbitkan pada tahun 70-an, ini berarti Doraemon sudah berusia 40 tahunan. Kisahnya yang melegenda mengenai robot kucing dari abad ke-22 yang ke masa lalu dan bertemu dengan Nobita, Shizuka, Suneo, serta Giant begitu dihafalkan oleh generasi dari masa ke masa.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJziwfVT7yH4b1oQhcB1svOX_1f88zzwOFOsFXqkRaFdMCREZg8MYkaT2JPl0ZW_9H8hpi06EOSWWvLcbpA-oC9QZaTVpD9wlZBHaihs9QFffHuJN7rF4KwPCnltCZDEoh-LZXAKTzGkkQ/s200/doraemon_and_friends.png

Kumpulan Humor Hari Kemerdekaan

Menjelang hari kemerdekaan indonesia yang jatuh tanggal 17 Agustus nyang kite rayakan bareng-bareng. Hari ini ane posting untuk agan-agan semua humor yang berhubungan sama hari kemerdekaan. Semoga terhibur, So chek this Out  :

Lomba Nyayi Tujuh Belasan

Di suatu kampung ada peserta ikut lomba nyanyi lagu Hari Kemerdekaan. Dengan semangat dia mulai menyanyi:  
"Enam belas Agustus tahun empat lima ..."
Juri : "Bapak, salah itu ... Ulangi !"

Peserta mulai lagi:

"Enam belas Agustus tahun empat lima ..."

Juri : "Masih salah ... Ini kesempatan terakhir!"

Peserta lomba: "Saya ndak salah pak, sampian dengar saya nyanyi dulu"

Akhirnya juri serius mendengarkan,

"Enam belas Agustus tahun empat lima... BESOKNYA hari Kemerdekaan kita ..."

Lambang Burung Garuda

Seorang murid Sekolah Dasar yang mempunyai sifat kritis bertanya kepada gurunya.
Murid : "Pak, kenapa lambang negara kita burung garuda?"

Guru : "Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, 08 (Agustus) adalah jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher."

Murid :"Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan tanggal yang lain, tanggal 02 Januari misalnya...?"

Guru : "Ehmmm, kalau kita merdeka tanggal 02 Januari maka lambang negara kita bukan lagi burung garuda melainkan capung, dengan dua sayap dan satu ekor."
 

Sejarah Ir. Soekarno

Di sebuah SMA, sedang berlangsung pelajaran Sejarah. Mereka sedang mempelajari tentang sejarah Kemerdekaan Indonesia.
 

Bu Nani : Anak-anak,, ada yang tau gak siapa yang membacakan pidato kemerdekaan waktu dulu,,??

Bejo : Saayyaaa buu,,saya tauu

Bu Nani : Iya Bejo, emangnya siapa yang ngebacain waktu itu hayoo,,??

Bejo : Kalo menurut saya sih, setelah saya fikirkan itu ada beberapa tokoh, namun setelah saya pertimbangkan dengan matang-matang, bahwa yang membacakan proklamasi kemerdekaan itu adalah Ir. Soekarno,bethull,,??

Bu Nani : zZz,,iyee betul-betul, panjang bener jawabannye kayak menu di restoran,,hmm,,Otong,,!! Sekarang kamu ceritakan tentang Sejarah Ir.Soekarno!!

Otong : Enggg,,enggak ah bu gak mauuuu!!

Bu Nani : Loh,,?? Kenapa emangnyaa,,??

Otong : Soalnya bu gini yee,,kata Kakek saya tuhh gak baik tau ngomongin orang yang sudah nggak ada bu,,,!!
 

Lomba Balap Karung 10 Juta!

Di sebuah kampung terjadi kegaduhan. Berbagai slebaran, spanduk, dan pamphlet beredar di mana-mana. Tentang lomba balap karung berhadiah sepuluh juta. Ajang ini dalam rangka merayakan HUT RI ke 68. Namun, hingga hari H, tak ada satupun peserta yang ikut mendaftar. Karena dalam pengumuman itu tertera kalimat tambahan: di dalam karung berisi ular tanah, kalajengking, dan kepiting hidup

Pidato Pak Lurah Jagoan

Setahun sekali, di desa itu berlangsung upacara, tepat di setiap 17 Agustus. Kali ini, pemipin upacara adalah Pak Lurah yang baru dilantik. Sebelumnya, ia dikenal sebagai jagoan kampung, yang meskipun matanya melotot, tetapi tak bisa membaca. Namun sebagai pejabat baru, tentu Pak Lurah kita ini tetap jaim (jaga image). Dengan percaya diri, ia menyampaikan pidato pengantar untuk mengheningkan cipta (baca doa). Begini bunyinya…
“Para hadirin sekaligus! Mari kita membacakan mantra-mantra… Untuk mengenang para pahlawan yang mampus melawan Belanda… Seperti si pitung, Jaka Sembung, dan si Hantu Dari Goa Buta…

Lencana Hilang

Kakek dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Ia sangat menyayangi lencana-lencana kehormatan yang sudah dia dapatkan. Pada malam tirakatan, sang kakek mendapat kehormatan untuk berpidato. Dia mempersiapkan diri dengan seragamnya dan mengumpulkan lencana-lencana itu untuk dipamerkan ke masyarakat. Tapi ketika dia mengeluarkan lencana-lencana itu dari kotaknya tiba-tiba sang kakek terlihat bingung.

Pardi : Ada apa, Kek. Kok sepertinya kebingungan?

Kakek: Begini lho Pardi, kemarin lencana kakek kan ada sepuluh, Kenapa sekarang kakek hitung-hitung lagi kok tinggal 9 ya? (Sambil mengeluarkan semua lencananya dari kotak dan mulai menghitung.) Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan. Tuh kan, cuma sembilan.

Pardi: Ya, iyalah, Kek. Lha itu yang Kakek pakai belum masuk hitungan.