Senin, 29 Juli 2013

Rahasia Keajaiban Air Zam-Zam

Tak banyak yang tahu bagaimana caranya  zam-zam mampu mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidik air zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir.

Berapa Juta Liter Air Zamzam?

Berapa banyak air zam-zam yang di “keluarkan” setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!.

Tabir Rasa Terungkap di Yogyakarta

              Mentari pagi telah bersinar, tiba juga akhirnya aku di kota pelajar ini. Kota impian yang selama ini sangat ingin aku jelajahi dan baru kali inilah kesempatan itu tiba. Bersama seorang sahabat baikku Nadia kami menumpang kereta bisnis dari Gambir, Jakarta.
            “Aduuuuhhh..badan gue pada pegel nich. Kita cari penginapan dulu yuu…” Nadia menyarankan
            “Ayooo..gue juga dah mulai lapar nich..” Jawabku
            Setelah mencari makan, dan bekeliling mencari penginapan akhirnya kami dapati juga di tempat yang cukup strategis ini disekitaran Malioboro. Hampir semua hotel dan penginapan sudah full saat musim liburan seperti saat ini .
            Kami pun memutuskan untuk tidur sejenak, “Ri…jalan-jalannya nanti siang aja ya..ngantuk nich”
            “Iya…tapi inget lho,kita cuma tiga hari di sini. Hmmm..coba liburannya bisa lebih panjang” akupun berbaring di samping Nadia yang sudah terlelap.        

Jumat, 26 Juli 2013

Idul Fitri ( Lebaran ) Dengan Kesederhanaan

Menjelang lebaran idul fitri, masjid - masjid yang awal ramadhan penuh sesak berangsur shaft shalat pun semakin maju alias masjid menjadi sepi. Justru departement store semakin penuh disesaki lautan manusia, belum lagi jika departement store tersebut menawarkan diskon besar-besaran tak ayal beberapa orang bisa saling bertengkar bersaing mendapatkan barang yang di inginkan dengan harga miring.
 http://rakyatsulsel.com/wp-content/uploads/2012/08/15.08-Pasar-Senggol-mdfajar.jpg
Selama ini Idul Fitri selalu identik dengan mudik dan baju lebaran. Entah sejak kapan tradisi baju lebaran ini mengakar karena dari zaman saya masih dalam kandungan pun sudah banyak yang menerapkan perihal tradisi baju lebaran ini. Menurut saya kemungkinan orang-orang dahulu menerapkan tradisi ini untuk menyenangkan anak-anak mereka selepas menunaikan kewajiban Ramadhan semacam sebuah hadiah.

Padahal jika kita renungkan idul fitri adalah hari kemenangan, hari raya bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam kemegahan Idul Fitri tidak selayaknya juga untuk tampil berlebih-lebih namun sekarang moment idul fitri lebih sering dijadikan ajang fashion show. Semua tak mau kalah bersaing tampil berbeda dari biasanya. Dengan sikap-sikap orang - orang seperti itu justru akan menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial bagi masyarakat menengah kebawah.

Alangkah lebih indah jika idul fitri di maknai dengan kesederhanaan, justru dengann saling berbagi dan bersilaturahim bersama keluarga, saudara dan para tetangga. Tidak diwajibkan juga harus dengan baju baru, jika ada baju yang masih terlihat baik dan layak di kenakan. Rasulullah pun tidak pernah menganjurkan untuk tampil bermewah - mewahan karena beliau sendiri hidup dalam kesederhanaan.

Menurut survei, neraca perkeonomian pembelian konsumen pada menjelang idul fitri mengalami grafik yang cukup tinggi itu lebih dikarenakan hasrat seseorang ingin tampil sempurna dan terbuai akan iming - iming dikon besar, umumnya para ibu yang lebih sulit mengontrol keuangan jika sudah menginjakan kaki di departement store.

Namun jika semua orang memiliki simpati yang tinggi pada tetangganya, saudaranya mampukah mereka melihat disekitaran mereka masih banyak yang lebih membutuhkan daripada hanya sekedar menghamburkan uang dengan baju baru apalagi sampai berlebihan. Mungkin saja di sebuah sudut rumah ada seorang ibu yang menangis lantaran tidak bisa memenuhi keinginan anaknya untuk membeli baju baru. Sudah sepatutnya kita memiliki rasa empati, di kesucian hari kemenangan bukankah seharusnya dirayakan bagi semua kalangan ? tidak hanya untuk mereka yang memiliki finansial berlebih ?

Teladanilah Rasulullah dengan gelar ke nabi annya tidak menjadikan beliau hidup dalam kemewahan. Rasul Muhammad SAW lebih sering tampil apa adanya, bersahaja dan sederhana. Lalu kita yang hanya sebagai umatnya, tidak malukah jika terus bermewah - mewah.

Hikmah Serta Perbedaan Antara Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadr

Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Allah SWT berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr 1-5).
http://paguyubansiluman.files.wordpress.com/2012/07/flowers-of-ramadhan1.jpg