Meskipun desa ini masih terlihat
asri, bukan berarti tak mengalami kemajuan. Beberapa pabrik sudah berdiri di
sudut jalan sana, jalanan yang dulu rusak pun kini sudah mulus beraspal. Kendaraan
bermotor pun mulai menyemaraki jalan,meskipun tak sepadat di kota-kota besar.
Masih banyak orang yang berjalan kaki untuk ke ladang dan sawahnya.
Di Sebuah aliran sungai, aku bermain
sebentar membasuh muka. Sejuk rasanya. Namun, tiba-tiba aku tertarik dengan
aktifitas seorang ibu dan anak yang terlihat sangat akrab, ibu muda itu begitu
penuh kasih membasuh dan mengajak bermain putranya dan kalau menurut perkiraanku
anak se usia itu seharusnya menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya. Ku
perhatikan dengan seksama, sepertinya aku pernah mengenal wajah lembut itu. Oh,
Tuhan..aku benar-benar mengenalnya, dialah sahabatku Puspa.
“Puspa…” Panggilku