Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Sabtu, 23 Januari 2016

Review Film : Single Berprinsip Ala Raditya Dika

Akhir-akhir ini sedang suka mendengarkan lagu Geisha band berjudul “sementara sendiri”  yang merupakan original soundtract film Single besutan Raditya Dika di bawah payung rumah produksi Soraya Intercine Film. Sambutan masyarakat terhadap film tersebut sungguh luar biasa, bahkan masuk dalam jajaran film terlaris di tahun 2015.

Gaya penuturan dan penyampaian Raditya Dika menjadi daya tarik penonton, terlebih film ini mengangkat tema yang akrab dengan kehidupan sehari-hari di lengkapi sisi komedi yang segar namun tersirat pesan sebenarnya.

Berkisah tentang sosok lajang berusia 27 tahun bernama Ebi (Raditya Dika), yang memiliki krisis percaya diri ketika berhadapan dengan perempuan sehingga membuatnya jomblo sepanjang usia. Keresahan mulai merasuk dikala sang ibu terus mendesak Ebi untuk segera menikah dan memberikan cucu, namun yang membuatnya semakin terdesak adalah adiknya yang bernama Alva (Frederick Alexander) meminta ijin untuk menikah lebih dahulu.

Dibantu dua sahabatnya Victor (Babe Cabita) dan Wawan (Panji Pragiwaksono), Ebi mulai pencarian cinta sejati. Berbagai cara dilakukan untuk mendekati perempuan namun berakhir pada kegagalan. Hingga kemudian hadir sosok penghuni baru di kost tempat Ebi dan dua sahabatnya tinggal. gadis cantik berambut panjang bernama Angel (Annisa Rawles) itu pun mampu meluluhkan hati Ebi. Yupps, sudah di tentukan Angel adalah target berikutnya untuk di dekati.

Kebaikan hati Angel menjadikannya semakin dekat dengan Ebi walau terkadang sikap pemuda kocak itu bertingkah absurd di depannya. Tetapi, rintangan tentu tidak mudah untuk memiliki Angel karena hadirnya seorang Joe (Chandra Liow) menjadi pesaing yang sulit untuk di singkirkan lantaran ia telah jauh lebih mengenal Angel dan mereka mengikrarkan hubungan abang-ade yang hits seperti sekarang ini banyak berlaku. Joe pun sebenarnya telah lama menyukai Angel dan dengan berbagai cara selalu berusaha untuk menjauhkan Angel dari Ebi.

Selain komedi segar yang ditawarkan, sisi propertinya pun cukup menarik. Seperti desain interior kost-an Ebi dan kawan-kawan pun terlihat menarik dengan konsep khas anak muda. Sisi keindahan negeri Indonesia pun di gambarkan dalam film ini yakni pulau dewata, Bali. View landscape pemandangan sunset dan pantai yang mempesona menjadi nilai tambah tersediri untuk sebuah film drama komedi. DIsamping itu wardrobe para pemain pun terlihat simple dan nyaman. Salah satunya pemeran Angel, mayoritas pakaian yang dikenakannya adalah jumpsuit sejenis  pakaian one-piece atau terusan yang saat ini kembali menjadi trend fashion. Pakaian ini terlihat simple namun tetap trendy, lihat koleksi jumpsuit di sini.

Dialog yang paling menarik adalah menjelang akhir film dimana pesannya pun cukup kuat ‘Lebih baik single daripada pacaran tapi di paksakan’ yakni tentang esensi mencari pacar.  Untuk menjalin sebuah hubungan pastikan kamu benar-benar suka dan merasa cocok dengannya, jangan hanya  karena ingin menghilangkan status jomblo sampai memaksakan diri tapi menjalinanya dengan tidak nyaman. Melalui film ini Raditya Dika menyiratkan pesan bahwa single bukanlah sebuah aib yang harus di takutkan, tetapi merupakan cara Tuhan agar terhidar dari cinta yang salah.

16 komentar:

  1. Baik film maupun buku Raditya Dika emang selalu punya pesan yang tersirat. Dan selalu ngena. Suka sama setiap karya dari Raditya Dika, :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyapss..pesannya tersirat hingga kadang tak banyak yg menyadari

      Hapus
  2. Saya suka banget buku raditya dika hehe kocak dan ngalir aja gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sisi komedi yg di tampilkan pun ga umum dan cukup berkelas

      Hapus
  3. bukan penggemar Raditya tapi kagum dg kemampuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raditya dika itu contoh seorang blogger yg sukses, karna sebelum merambah ke buku dan film. blognya pun banyak di minati

      Hapus
  4. sendiri dalam ketaatn lebih menyenangkan mbak hehe... wah kayaknya film ini emang udah jadi pergerakan zaman ke depan y mbak hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. secara harfiah memang seperti itu mas. iyaps..karna film lebih cepat menyentuh dan kena pesannya

      Hapus
  5. Aku suka jumpsuit <3 Btw, filmnya belum nonton, nanti aja nunggu DVD originalnya rilis, hihihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. trend fashion kekinian y mba :)
      seru sih mba filmnya, satu bioskop aja bisa sampai beberapa studio yang puter

      Hapus
  6. Kayanya aku doang yang gak suka si Dika. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hak individu mba, mungkin di sana pun ada yg ga suka juga

      Hapus
  7. Balasan
    1. karena apapun yg dipaksakan hasil tidak akan pernah baik

      Hapus
  8. kalimat terakhirnya oke "agar terhindar dari cinta yang salah."bener kok hubungan yang dipaksakan hanya demi sebuah status itu nggak ngenakin. malah.bikin ngerasa bersalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah..lho ada pengalaman kah??
      Yess, karena Percaya Tuhan pasti telah merencanakan hal indah untuk kita

      Hapus