Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Jumat, 16 Desember 2016

Eloknya Pulau Lombok Yang Mempesona

Berlanjut ke perjalanan berikutnya, usai makan siang kami pun melanjutkan menuju Danau Segara Anakan. Perjalanan yang dibilang tidak mudah karena kami harus menuruni track seperti sebuah tebing berbatu cadas, meskipun ada sedikit bonus karena beberapa diantaranya dibuat menyerupai tangga namun kondisi yang licin tetap harus diperhatikan karena jika lengah bukan tidak mungkin terjatuh bahkan bisa mengalami cidera. Rintik gerimis mulai mengiringi langkah perjalanan kami. Semakin sempurna karena adik Saya mengalami keram di kaki, untungnya tetap bisa melanjutkan perjalanan walau harus tertatih.

Meskipun lebih lama sampai dari umumnya, bisa tiba di area camping danau pun sudah cukup bersyukur meskipun harus basah kuyup karena hujan yang turun di tengah perjalanan namun tak membuat kami menemukan tempat untuk berteduh. Perjalanan yang sungguh luar biasa, karena untuk menuju ke Danau Segara anakan dari Pelawangan sama artinya dengan mengelilingi bukit.


Sesampainya Saya tidak bisa benar-benar menikmati keindahan Danau Segara Anakan karena tiba sudah sangat petang selain itu jua memulihkan kondisi tubuh yang cukup kelelahan dan segera berganti pakaian yang basah kuyup.
Danau Segara Anakan - Rinjani



Paginya, ketika membuka tenda udara sejuk Danau Segara Anakan menyapa, sangat menggoda untuk tidak dinikmati keindahannya dengan pandangan mata. Pagi yang cukup dingin, dengan arak awan di langit nan biru, Subhanallah sungguh sebuah keindahan yang tiada ternilai. Oh..oh.. ketika mulai memperhatikan pinggir danau Masya Allah..keindahan itu tercemar lantaran banyak sekali sampah di pinggiran danau dan area camping. Memang saat itu tak seramai biasanya ketika hari libur, namun warna-warni tenda tetap ada di kisaran Rinjani.

Sebuah sumber menyatakan, pada zaman dahulu daerah Rinjani merupakan endapan batuan sedimen yang pada masa pleistosen terjadi aktivitas vulkanik berupa letusan. Pada saat terjadi aktivitas vulkanik, terbentuklah suatu kaldera gunung rinjani yang lama kelamaan terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau yang dinamakan Danau Sagara Anakan  memiliki kedalaman 230 m dan terletak pada ketinggian sekitar 2010 mdpl. Danau ini berbentuk bulan sabit karena di tengahnya ada kerucut gunung api baru yang dinamakan gunung baru jari. Dalam sejarahnya, gunung rinjani sudah meletus lebih dari sepuluh kali sejak terjadi pada tahun 1847.

Ada beberapa aktifitas yang bisa dilakukan di Danau Segara Anakan salah satunya memancing, diceritakan meskipun banyak sudah pendaki yang sering memancing di danau itu tetapi seakan ikan-ikan yang kerap menjadi sumber makanan itu tiada habisnya. Dari kejauhan terlihat cukup jelas sisa-sisa erupsi dari gunung baru jari yang masih mengeluarkan asap. Siapa yang mengira selang beberapa hari pendakian kami ternyata Gunung Baru Jari kembali berulah hingga harus di tutup untuk aktifitas pendakian kurang lebih 2 bulan lamanya, dan kabarnya baru di buka kembali baru-baru ini (waktu penulis menuliskan postingan ini).

Tidak menunggu sampai tengah hari, sekitar jam 10 kami pun bergegas untuk turun dari Gunung Rinjani dengan tujuan jalur senaru. Bukan perjalanan umum, untuk Rinjani ini kami harus mendaki dahulu menuju Pelawangan Senaru. Dalam perjalananya kami menyusuri Danau Segara Anakan dengan sajian pemanadangan yang indah, sungguh Saya tidak berhenti untuk berdecak kagum, tetapi  selebihnya jalur yang kami lewati adalah sangat terjal dimana kami harus melewati tebing berbatu.
Jalur Menuju Senaru
Akan dijumpai pula beberapa taman batu sebab banyaknya batu besar-besar di sekitar jalur dan dari sanalah track tebing Pelawangan Senaru dimulai.  Jalur yang cukup terjal, harus dilewati dengan sesekali memanjat, melompati bebatuan seperti layaknya wall climbing, memutari tebing dengan beberapa jalur yang dibuat menyerupai tangga yang sisi kanan kirinya adalah jurang.


Sebelum mencapai pos 4 kami kembali di guyur hujan yang sangat deras, berlindung di bawah tebing setidaknya menunggu hujan sedikit mereda sebab jika di paksakan selain mengganggu jarak pandang pun bisa menimbulkan bahaya dalam langkah perjalanan. Ketika sudah sedikit mereda kami melanjutkan perjalanan, sebab jarak yang ditempuh masih cukup jauh. Meskipun harus basah kuyup melewati arus air dari hujan yang menggenangi beberapa area jalur. Ketika menemukan post itu berasa surga banget untuk meluruskan kaki, yang cukup letih menahan ujung kaki ketika proses turun. Namun, lagi-lagi pendamping perjalanan kami kala itu selalu mengingatkan untuk jangan terlalu lama terhenti karena di khawatirkan hypo.
View Segara Anakan dari Jalur 
Perjalanan itu berasa sangat panjang,untuk mencapai pos 3 saja kami baru tiba ketika menjelang sore. Kami terbagi dua kelompok dimana yang lainnya sudah turun duluan, jauh sedangkan Saya dan adik Saya serta seorang penanggung jawab dari T.O yang Saya ikuti masih berada di belakang. Menghangatkan dengan teh manis dan sedikit cemilan, karena persediaan makanan berat pun sudah habis.

Tidak telalu lama, kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Untuk menuju pos 2 itu berasa panjaaang sekali seperti tidak berujung, memasuki hutan, semakin gelap dan kami kemalaman sehingga harus menggunakan head lamp. Singkat cerita untuk menuju pos 1 pun suasana tidak jauh berbeda, Saya sudah hampir benar-benar menyerah ditambah kaki serasa sakit nampaknya ada bengkak atau mungkin juga lecet.

Semoga yang baca postingan ini tidak terkejut seberapa lamanya kami harus sampai di pintu pendakian yang biasanya ada warung tapi saat itu amat sangaat sepi. Ya..menjelang tengah malam kami baru tiba, dan rasanya itu sudah tidak karuan. Ternyata untuk menuju basecamp perjalanannya juga cukup lumayan, di sana hanya ada seorang tukang ojek pangkalan yang memasang tarif Rp 50.000. Waauu cukup fantantis untuk Saya, akhirnya biar adik Saya saja yang naik, setelah istirahat di balai sekitar, Saya rasa cukup sanggup untuk berjalan lagi. Tapi, ada mungkin 15-20 menit berjalan kami mendapat bantuan dari seorang ‘Mister’ yang sehabis mengantar tamunya ke kaki rinjani jalur Senaru dengan pick up, Sayapun akhirnya tak menolak bantuan tersebut dan kami di turunkan di gerbang dekat basecamp tempat kami singgah.

Explore Gili Meno

Paginya, kami bertolak menelusuri gugusan salah satu Gili dari tiga yang terkenal. Tujuan Kami sebenarnya adalah Gili Meno, namun peserta yang dari Singapura lebih memilih untuk ke Gili Terawangan. Baiklah..akhirnya kami hanya ber empat menuju Gili Meno.
Gili Meno - Lombok
Naik perahu penyebrangan dari Bangsal Harbour, untuk Gili Meno hanya ada pada waktu-waktu tertentu dan akomodasi tersebut berangkat ketika sudah penuh penumpang. Sepanjang melewati perairan sungguh menajubkan dengan pemandangan perbukitan dari kejauhan dengan air yang begitu bening. Tidak berapa lama, kurang lebih sekitar 30 menit kami sampai di Gili Meno.

Pertama menginjakan kaki di pasirnya yang bertekstur halus berwarna putih, di tambah keadaan sekitar yang tidak terlampau ramai memberikan suasana lebih nyaman. Sepanjang menelusuri jalan, mayoritas di dominasi wisatawan asing yang yang lalu lalang dan berjemur di pinggiran pantainya.

Gili Meno merupakan gugusan pulau terkecil di antara tiga gili lainnya yakni Gili Terawangan dan Gili Air. Pantainya sungguh indah hampir di seluruh bagian pulau dengan air lautnya yang jernih. Tidak ada kendaraan bermotor yang bisa di lalui di pulau ini sehingga sudah pasti terjamin jauh dari suasana hiruk pikuk, recomended bagi yang membutuhkan kedamaian maupun menenangkan diri. Tapi tidak perlu khawatir wisatawan bisa naik dokar, sepeda atau berjalan kaki untuk melihat setiap sudut di pulau ini. Meskipun sunyi, sebenarnya Gili Meno juga di huni oleh beberapa penduduk dan mereka kesemuanya ramah.

Hampir di sepanjang area begitu banyak cottage dan penginapan, tetapi kami memilih untuk camping di pinggir pantai. Tidak terlalu mengecewakan karena ketika pagi menjelang kami bisa langsung melihat indahnya mentari pagi dengan alunan suara ombak di malam hari, lebih syahdu dan ini adalah kesekian kalinya khususnya Saya camping di pinggiran pantai. Sayang ketika malam sempat hujan sehingga rencana acara api unggun pun urung di lakukan.
Salam dari Keindahan Gili Meno
Eloknya pulau Lombok tidak dapat digambarkan hanya dalam ulasan kata, keindahan alam yang melimpah beriringan seirama dengan budaya di sekitarnya. Pulau yang begitu khas dari nama dan maknanya. Destinasi yang telah lama di impikan akhirnya terlaksana jua, dan Saya berharap masih akan terus ada kesempatan berikutnya untuk menelusuri kembali panorama pulau Lombok dari sudut berbeda serta mengeksplore kecantikan pesona lainnya.

15 komentar:

  1. Aisshh.. Sampe skr aku ga kesampaian ke lombok :D. Suami malah udh duluan krn wkt itu outing kantornya ke sana.. Tp sejujurnya kalo aku bisa ke lombok nanti lbh pgn jelajah kulinernya mba :D. Hihihi.. Hobi makan. Apalagi ayam taliwangnya tuh..

    BalasHapus
  2. Sitiiii, kamu masih mudaaaa mampu menjelajah setiap jengkal yang kau inginkan. Jadi kangen masa mudaku dulu, cuma ke emol aja. Lombok memang mempesona ya

    BalasHapus
  3. Asyekkk..

    Saya juga dua minggu lagi kesana..tahun baruan disana dahh...hehhe

    BalasHapus
  4. danaunya indah sekali, arsanay ingin berada di sana

    BalasHapus
  5. jd tambah mupeng mbk, dr dlu pgn ke sini tp nggak jadi jadiiii, hiks

    BalasHapus
  6. Kapan bisa ke sini? Pengen juga menikmati keeksotisannya. :)

    BalasHapus
  7. dari dulu pengen banget ke lombok, pengen membuktiin bahwa yg dibilang itu benar, bagus enggaknya hehe

    BalasHapus
  8. Salah satu novel Tere Liye ada yg membahas keeksotisan Lombok, itu bikin hati terpikat. Baca postingan ini menambah rasa pengen kesana

    BalasHapus
  9. Aku ketinggalan. Nyampenya baru cuma Bali. Karena libur cuti yang sangat terbatas. Hope one day ke Lombok! :)

    BalasHapus
  10. Ahdududh... pingin ke sini, uhuhu. Kapan ya? suamiku kalo cerita rinjani dan ubo rampenya bikin aku nyeseg, penasaran

    BalasHapus
  11. Belum pernah ke Lombok. JAdi pengen ke Lombok karena pemandangannya indah banget

    BalasHapus
  12. Harapanku dari dulu adalah pengen bisa berkunjung ke Lombok

    BalasHapus
  13. indahnya pulau lombok membuat ingin pergi liburan kesana silahkan buat yang ingin liburan ke lembang dan cari villa murah dapat mengunjungi Villa Istana Bunga villa di Lembang. terima kasih

    BalasHapus
  14. Pengin deh suatu saat jalan-jalan ke lombok, salah satu pulau wisata terindah di indonesia

    BalasHapus