Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Rabu, 29 April 2015

One Day Jelajahi Goa Gudawang

Berbekal informasi seadanya dengan browsing-browsing dari internet saya dan beberapa teman lainnya awal april lalu berniat menjelajahi kawasan wisata alam yang mungkin belum banyak orang mengetahuinya. Goa Gudawang namanya terletak di kabupaten Bogor, Desa Argapura kecamatan Cigudeg.

Titik kumpul di stasiun Bogor karena beberapa alasan terpaksa perjalanan di mulai agak siang. Keluar dari stasiun saya dan kelima teman lainnya mencarter angkutan umum yang mengantar kami ke tempat tujuan, beruntung sekali kami mendapatkan bapak sopir yang baik dan cukup bertanggung jawab untuk bertanya-tanya letak pasti lokasi.

Setibanya kami disambut dengan udara yang sejuk dan agak berlembab dengan pepohonan rindang disekitarnya. Dengan biaya masuk retribusi Rp 7.000,- kami pun di temani guide yang merupakan warga sekitar untuk menjelajahi kawasan wisata goa.


Keunikan dari Kawasan Wisata Goa Gudawang, yakni terdapat sekitar 12 buah goa dengan ukuran dan kedalaman yang berbeda-beda, serta tersebar disekitar areal dengan luas lebih kurang sekitar 25 hektar tersebut. 3 goa diantaranya telah dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti sejarah penemuan salah satu warisan kebudayaan ini. Namun menurut pihak Dinas Kebudayaan setempat, nama Goa Gudawang sendiri diambil dari bahasa penduduk setempat yang artinya adalah ekor kuda yang dikepang. Masih belum begitu jelas hubungan antara nama tersebut, dengan beberapa goa yang terdapat dikawasan wisata ini. Hal tersebut, seperti menjadi sebuah misteri yang menyelimuti berbagai keindahan Taman Wisata Goa Gudawang.

 
Yang pertama kami susuri saat itu yang lokasinya lebih jauh dibanding dua lainnya adalah Goa Sipahang, berjalan serta menyusuri ke dalamnya akan menjadi sebuah kegiatan berpetualang yang begitu berkesan. Pasalnya tersaji berbagai rintangan alam yang harus kita lewati, guna dapat menyaksikan pesona dari goa dengan panjang lebih kurang sekitar 750 meter tersebut. Mulai dari lintasan bebatuan yang cukup licin, hingga keadaan disekeliling yang tampak begitu gelap. Terlebih kondisi dalam gua mayoritas di genangi air goa mulai dari setinggi mata kaki bahkan hingga batas lutut orang dewasa, satu hal yang pasti menjelajah ke dalam goa harus bersiap berbasahan.

Keindahan Goa Sipahang seperti memang tersembunyi dibagian dalam, banyak sekali pemandangan menarik yang bisa kita temukan diperut goa terpanjang ini. Mulai dari lorong-lorong goa dengan bentuk yang unik, hingga berbagai jenis dan ukuran bebatuan Stalaktik dan Stalagmit disekitar dinding goa. Berbagai keistimewaan tersebut, akan menjadi sajian yang begitu mengagumkan untuk disaksikan. Namun, sayangnya kami tidak sampai masuk terlalu dalam lantaran setibanya kami di lokasi hujan deras mengguyur dan agak rentan untuk meneruskan perjalanan karena air goa akan terus naik dan dapat membahayakan pengunjung.

Berikutnya Goa Simasigit. Goa ini sangat pendek tidak terlalu istimewa namun tetap menyajikan pemandangan Goa. mulut goa ini juga terbuat dari ukiran batu atau arca yang menyerupai mulut seekor harimau. Selain itu, kita juga akan disuguhkan dengan pesona eksotik dari bebatuan Stalaktik dan Stalagmit ketika memasuki Goa Simasigit. Bahkan bebatuan unik tersebut dapat langsung terlihat pada bagian mulut goa yang memiliki panjang lebih kurang sekitar 30 meter tersebut.

Yang terakhir kami kunjungi adalah Goa Simenteng.Goa ini sudah dipugar dan sudah terdapat lampu didalamnya sehingga pengunjung tidak perlu menggunakan headlamp ketika masuk ke dalam goa ini. Sepanjang kami menyusuri goa, terdapat stalaktit dan stalakmit yang cukup indah sebagai pemandangan di dalam goa. Selain itu, goa ini terkesan tergenang dikarenakan terdapat air setinggi mata kaki hingga lutut. Disini juga terdapat kelelawar yang menjadikan goa ini sebagai sarang. Bau kotoran kelelawar pun sangat menyengat di dalam goa ini.
Setelah bebersih diri kamipun bersiap untuk kembali pulang. Di iringi deras hujan kami menelusuri kembali jalan yang di sisi jalan di hiasi perkebunan sawit.
One day trip kerap menjadi pilihan bagi kami, nyatanya negeri ini memang memiliki wisata alam yang bisa di eksplore hanya dalam waktu singkat terutama bagi mereka yang memang memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan sebuah perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar