Laman

Jumat, 18 Maret 2016

Aneka Jajanan Kaki Lima Yang Menggiurkan

Ada yang suka dengan wisata kuliner? pernahkah jajan  di para pedagang kaki lima? masih banyak orang yang memang kerap takut untuk mencicipi aneka kuliner menggugah selera di sekitaran pedagang di pinggir jalan tersebut.
sumber gbr http://poskotanews.com
Pernahkah terbesit mengapa disebut pedagang kaki lima padahal para penjual umumnya berkaki dua. Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalan kaki atau lazimnya disebut trotoar. Lebar ruas untuk pejalan adalah lima kaki (Sekitar satu setengah meter). Pasca kemerdekaan, trotoar yang sejatinya diperuntukan bagi pejalan justru di gunakan untuk membuka lapak dagangan. Jujur keberadaan mereka kerap mempersempit ruang gerak ketika berjalan tapi tidak dipungkiri adanya mereka cukup membantantu melengkapi apa yang kita butuhkan.

Saya termasuk yang suka dengan aneka jajanan di pedagang kaki lima, berikut beberapa diantaranya yang sulit sekali untuk di abaikan nikmat dan lezatnya :

1. Bakso

Dalam penyajiannya bakso umumnya di sajikan dalam keadaan kuah panas di tambah gurih bumbu kaldu. Umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, namun ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang.Bersantap makanan dengan daging bulat ini sungguh nikmat apalagi di kala hujan.

Menelisik dari sejarahnya ternyata justru merupakan seni kuliner dari bangsa Tionghoa dari asal kata Bak-so atau daging giling. Lantaran mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim maka daging yang di pergunakan adalah yang halal. Tempat saya membeli bakso biasanya tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal, di Jl. Tipar Cakung - Kavling Mahakam Jakarta Utara biasanya banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya ketika menjelang sore hari.
2. Martabak Bangka

Makanan ini juga menjadi salah satu favorite, yang menjadi andalan dan yang sering kali saya beli adalah dengan toping kacang,coklat wijen. Berada di lokasi yang sama sekitran di Jl. Tipar Cakung - Kavling Mahakam Jakarta Utara.

Sebagaimana namanya martabak manis jenis ini berasal dari daerah Bangka, namun di asalnya sendiri lebih di kenal dengan nama kue pangkal pinang atau kue Pinang Bangka. Secara umum memang tidak terlalu berbeda dengan martabak sejenis lainnya hanya saja mertabak Bangka lebih tebal dan harum. Dilihat dari muasalnya, konon makanan martabak ini berasal dari negara Yaman yang memiliki populasi keturunan masyrakat India. Untuk asal katanya justru di ambil dari bahasa Arab Muttabaq yang berarti melipat, sebagaimana cara pembuatannya.

3. Gorengan
Kalau untuk makanan sejuta umat ini saya tidak mematok atau berlangganan di lokasi tertentu. Saya biasa beli dimana saja ketika ingin dan pada kenyataannya penjual gorengan memang banyak bisa di temui hampir di setiap sudut jalan. Cukup ampuh sebagai pengganjal lapar atau cemilan bahkan menjadi pelengkap makan.

Tiada yang tahu pasti pencetus awal aneka gorengan menjadi tenar di kalangan masyrakat Indonesia. Di balik kenikmatannya kita pun tetap harus waspada akan dampak yang bisa di timbulkan, mungkin sesekali tidak mengapa makan gorengan asal tidak setiap hari. Selain bisa menimbulkan kolestrol penyakit lain pun bisa di timbulkan lantaran penggunaan minyak gorengnya.

4. Rujak
Saya sering menjulukinya sebagai salad versi Indonesia, paling sedap di santap saat siang hari apalagi bersama teman sejawat. Kalau dahulu saya punya langganan khusus tapi sudah lama si ibu penjual tidak lagi berdagang lantaran pindah tempat tinggal.

Di Indonesia sendiri banyak beraneka rujak dengan nama beragam di setiap daerahnya dan cukup kental dengan adat dan dan kebudayaan nusantara. Yang membedakan dari beragam jenisnya adalah dari olahan sambalnya, dan yang paling pedas biasanya paling nikmat serta memberika kesegaran.


5. Kue Basah/ Jajanan pasar
Duh, kalau jenis makanan ini saya tidak bisa menolak. Saya termasuk penggemar jajanan tradisional. Tidak tentu saya membeli dimana kadang di pasar tradisional di area tempat tinggal tapi kalau sempat saya membeli di pasar subuh area pasar senen jakarta pusat. Biasanya sudah buka sejak jam 5 sore.

Kudapan ini tergolong murah dan biasanya suka menjadi pelengkap dalam acara kemasyarakatan. Kue basah umumnya memiliki tekstur yang empuk namun tidak mampu bertahan lama dalam proses pembuatannya memerlukan kadar air tertentu, di buat dengan cara di rebus, kukus atau bahkan di goreng.

Nah, teman-teman suka yang mana ? siapa tahu kita memiliki ke samaan, lapak dagangan dari penjual kaki lima itu memang cukup enak menurut saya. Namun, suka kasihan di kala ada penertiban. Beberapa kali pernah berbincang dengan pedangang kaki lima, banyak beragam alasan mereka memutuskan untuk berdagang di pinggir jalan bahkan kerap kali harus beradu mulut dengan trantib dan beberapa kali merelakan gerobak atau lapaknya diamankan bahkan di musnahkan

Sebagian dari mereka tentu ingin memiliki lapak yang tetap namun terkadang lokasi yang di sediakan tidak strategis sehingga sepi pembeli, belum lagi pungutan liar yang suka merajalela. Semoga ini bisa menjadi perhatian khusus pemerintah kota.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious dan JengSri First Giveaway"

24 komentar:

  1. Semuanya saya sukaaaa.... Ahahaha... #doyanMakan

    BalasHapus
  2. Martabak sama jajanan pasarnya... aku mauuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. yahudd..paling ga bisa nolak sama kudapan itu :)

      Hapus
  3. kalo aku paling sering jajan gorengan sama es teh haha cukup untuk penunda lapaar

    BalasHapus
  4. Waw kayanya muantapppp semua jajanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoii..itulah kenapa list itu menggiurkan dan sulit utk di tolak :D

      Hapus
  5. saya sih emang ngerasa kalo jajan kaki lima lebih enak, cuman kadang emang abang2nya jorok sih, mesti ati2 juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama pendapatnya, tapi ga sedikit ko pedagang yg masih cukup memperhatikan kebersihan

      Hapus
  6. Martabak bangka.....cop, aku juga salah satu penggemar Martaban mbak

    BalasHapus
  7. mau rujaknya....asala sambalnya nggak pedas he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh..ga nampol kalau sambalnya kurang pedas

      Hapus
  8. Mungkin alasan lain disebut pedagang kaki lima, karena penjualnya berkaki dua, dan gerobaknya berkaki 3 (dua roda, satu penyangga) hehe

    BalasHapus
  9. Semuanya aku suka, kecuali, martabak bangka :D.. kurang doyan manis sih mbak.. lbh milih martabak telur drpd yg manis gitu :).. cemilan kaki lima indonesia memang yahud dah.. sukses bikin laper bacanya pas wktu2 sarapan gini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung selera mba,salah satu yg patut dibanggakan adalah kulinernya

      Hapus
  10. gorengan asik, cuman kalo kebanyakan bikin tenggorokan sakit hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah,,kan sudah sampaikan konsumsinya tdk berlebihan :)

      Hapus
  11. Wah pasar kue subuh itu seru, murah meriah ya. Makasih dah ikutan GA yaa. Maaf baru sempat ceki2. Akan saya umumkan segera

    BalasHapus