Laman

Senin, 13 Januari 2014

Stadium Generale Pramuda FLP Angkatan #18

Sekian lama hanya bisa "kepengen" bergabung atau sekedar berkunjung dan mengenal FLP hingga kemudian mendapatkan juga informasi mengenai keanggotaannya. Ketika sedang dibukanya pendaftaran untuk anggota baru angkatan 18, ga perlu nunggu dan menyiakan kesempatan lagi, akhirnya segera mendaftarkan diri dan kemarin hari minggu, tgl 12 Januari 2014 adalah Stadium Generale Pramuda Angkatan 18 FLP Jakarta. Hujan dan banjir tak menghalangi langkah kami untuk menghadiri talkshow tersebut. Bertempat di Museum Mandiri, Jakarta acara di isi oleh penulis-penulis hebat yakni Gol A Gong dan Ahmad Fuadi.
Seorang Gol A Gong, adalah penulis yang bernama asli Herry Hendrayana Harris memiliki kisah unik atas nama pena nya ini mengandung filosofi dan makna [ sayapun baru tahu kemarin ] berawal dari karya beliau yang lolos beliaupun berbagi kebagahagiaan pada keluarganya. ayahnya menyebutkan kata "goal" ketika karya itu masuk layaknya bola yang masuk ke gawang lawan dan sang ibu mengibaratkan "Gong" dengan harapan agar karya itu menggema seperti bunyi gong dijembati atas ridha Allah sebagai awal hingga jadilah Gol A Gong dimana maknanya adalah kesukesesan semua berasal dari Allah. Jangan tanya lagi, beliau ini sudah menghasil puluhan karya bahkan beberapa diantaranya telah dipercayai dan diangkat ke layar kaca. Beliau pun juga pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten dan menjabat sebagai ketua umum Forum Taman Bacaan Masyarakat.

Pembicara kedua adalah Ahmad Fuadi, penulis best seller "Negeri 5 Menara". Sungguh saya di buat takjub akan prestasinya, mantan wartawan Tempo dan alumni pesantren Gontor ini memiliki segudang prestasi yang luar biasa dan telah membuatnya mendapatkan banyak penghargaan serta kesempatan beasiswa dari berbagai negara. Saat ini beliau tengah mengelola pembangunan PAUD bebas biaya dari Komunitas Menara.

Pembicara berbagi pengalaman dan kisahnya ketika mulai terjun dengan dunia kepenulisan. Seperti umumnya talkshow selalu ada sesi tanya jawab, tak lupa terselip juga tips-tips untuk pecinta karya pena pastinya yang sangat ingin menghasilkan karya.

Usai acara, sebelum penutupan doa ada sesi foto-foto dulu bersama penulis hebat tersebut namun karena ada kegiatan lain, mas Gol A Gong undur diri terlebih dahulu. Dan para peserta yang datang pun mendapat sertifikat. 

Menjadikan kegiatan bermanfaat sebagai majelis ilmu, dan ajang bersilaturahim. Menganal hal-hal baru dan mempelajari sesuatu yang belum di tahu.

4 komentar: