Laman

Rabu, 07 Januari 2026

Berkunjung ke Museum MACAN Jakarta

Mungkin belum banyak orang akrab dengan istilah healing museum, karena biasanya untuk rileksasi orang lebih memilih untuk ke alam terbuka seperti perkebunan, gunung, pantai ataupun hutan. Padahal suasana museum yang cenderung tenang, serta minim hiruk pikuk, dapat memberikan ruang untuk berpikir dan merenung.

Di Indonesia khususnya Jakarta begitu banyak pilihan Museum yang bisa di kunjungi. Salah satu diantaranya Museum MACAN (ini bukan yang menyimpan segala hal tentang hewan macan ya). Macan sendiri merupakan kepanjangan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Dikelola secara mandiri/swasta, Museum MACAN menjadi museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia yang menampilkan koleksi dari Indonesia dan seluruh dunia. Pertama kali dibuka untuk umum pada 4 November 2017.

Lokasi dan Rute ke Museum MACAN

Berlokasi di AKR Tower - Jalan Panjang Nomor 5 Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530. Untuk menuju ke Museum MACAN selain dapat menggunakan kendaraan pribadi bisa juga menggunakan transportasi umum seperti transjakarta.

Pilih Transjakarta dengan nomor rute T11 jurusan Bundaran Senayan - Poris Plawad. Turun di halte Tol Kebon Jeruk 1. Selanjutnya bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau dengan ojek online sekitar 500 - 900 meter yang bisa ditempuh dalam beberapa menit hingga tiba di Museum MACAN.

Shop at Museum MACAN

Ketika tiba di lobi akan di arahkan menuju ke lantai atas menggunakan eskalator, di bagian depannya ada toko khusus pernak pernik/souvenir yang unik khas Museum MACAN (Shop at MACAN). Untuk tiket bisa dibeli secara online di situs resminya maupun platform mitra, atau bisa juga langsung di lobi museum, dengan harga bervariasi mulai sekitar Rp50.000.

Jam Operasional Museum MACAN : Umumnya dibuka pada Selasa - Minggu jam 10.00 - 18.00 WIB. Harap untuk selalu perhatikan pengumuman sebab ada kalanya di tutup sementara untuk persiapan pameran baru atau pada hari Senin (biasanya tutup) dan libur nasional

Koleksi Museum MACAN 

Di dirikannya Museum MACAN memiliki visi utama untuk mengembangkan apresiasi seni yang ada di Indonesia dengan menjadi sarana menghubungkan dunia seni Indonesia dengan internasional. Setiap tahun di beberapa periodenya memiliki tema pameran yang berbeda dengan makna mendalam.

Aku berkesempatan berkunjung ke Museum MACAN di bulan Agustus 2025 saat itu tengah mengangkat tema 'The Sea is Barely Wrinkled' karya Kei Imazu dalam pendeskripsian karyanya layaknya menelusuri peta waktu yang menghubungkan masa lalu di era kolonial Indonesia, tantangan ekologi saat ini, serta mitologi lokal. 

Pameran kala itu juga menampilkan warisan kolonial yang bertahan hingga kini, bersamaan dengan isu-isu lingkungan yang mendesak di Jakarta, terinspirasi dari tragedi karamnya kapal Batavia di tahun 1628. Kei Imazu membentuk sebuah seni seakan menembus batas antara sejarah, mitos, dan fiksi melalui pameran ini. Membangkitkan refleksi atas keterikatan manusia dengan sejarah, alam, serta waktu.

Kei Imazu Museum MACAN

Yang cukup membuatku tertarik saat itu adalah penampakan instalasi langit-langit yang tampak begitu artisitik berselimut kain voil berwarna biru, dengan teknik pencahayaan selaras, membentuk atmosfer menyerupai permukaan bawah laut dengan penggambaran design puing kondisi dibawah laut. serta simbol-simbol dari mitologi lokal seperti Nyi Roro Kidul yang muncul sebagai metafora kekuatan alam dan spiritualitas maritim yang terwakilkan dalam konstruksi desain yang meliuk berwarna hijau dan bermotif batik khas nusantara.

Tentu saja yang tak terlewatkan dan cukup banyak diminati pengunjung Museum MACAN adalah instalasi populer Infinity Mirrored Room — Brilliance of the Souls, karya Yayoi Kusama. Menggambarkan realita tak berbatas. “Infinity” (keadaan tak berbatas) sebagai salah satu konsep kunci dalam kekaryaan Kusama.

Sejak tahun 1995, instalasi ini telah ditampilkan dalam kurang lebih 20 versi di berbagai belahan dunia. Di Museum Macan ketika memasuki Infinity Mirrored Room, pengunjung seakan masuk ke dalam ruang gelap yang seluruh permukaannya dilapisi cermin dan dipenuhi LED warna-warni yang memantul tanpa batas.  Berpendar indah dikeliling kerlap kerlip cahaya dengan aneka warna. 

Mirror room Museum MACAN

Sebenarnya banyak pameran lainnya seperti lukisan, foto-foto, ilustrasi dan instalasi dengan design unik yang bermacam maknanya. Dan salah satu diantara  lain yang cukup unik untuk aku adalah instalasi bernama "Baroque Egg with Bow (Pink/Gold)" yakni telur raksasa klasik yang tampak mengkilap dan mewah dengan pita besar mengikatnya karya Jeff Koons. Filosofi telur sering dikaitkan dengan simbol universal dengan makna kelahiran kembali (rebirth), kehidupan baru, dan awal yang baru.

Karya Jeff Koons Museum MACAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar