Laman

Rabu, 03 Oktober 2018

Liam dan Laila, Ketika Cinta Terhalang Tradisi

Ladang peternakan dengan pematang nan hijau di sebuah wilayah Perancis menjadi pembuka film 'Liam dan Laila.' Pemuda bernama Alexander William yang disapa Liam (Jonatan Cerrada) seorang peternak yang cukup sukses berpamitan sementara untuk tidak memasok produknya di sebuah supermarket.

Dengan kesungguhan hatinya, pemuda Perancis ini hendak menemui Laila (Nirina Zubir), Perempuan Indonesia asal Mingkabau yang membuatnya jatuh hati melalui perkenalannya di sosial media facebook setelah saling berdiskusi tentang islam.

Poster Film Liam dan Laila
Akan tetapi segala prosesinya tak semudah bayangan Liam, Ia dilanda kekhawatiran karena masa visanya hanya 30 hari. Kendala lainnya adalah terbentur adat dan perbedaan dari budaya hingga agama. Sebagaimana diketahui, Minangkabau termasuk salah satu yang menjunjung tinggi sebuah tradisi. Jalannya memang tak mudah, tetapi dengan kesungguhan Liam yakin akan bisa mempersunting Laila. Meski dengan itu, Ia harus mengikuti semua syarat adat yang diajukan oleh tetua dalam keluarga Rumah Gadang.

Berdasarkan tradisi turun temurun pernikahan urang awak melibatkan peran dari dua keluarga besar kedua calon mempelai terutama pihak wanita. Setiap prosesinya sarat akan petuah dan nasehat. Perjalanan itu terasa lebih kompleks karena calon dari Laila ini adalah warga negara asing. Di sisi lain, Laila perempuan berusia 31 tahun dan berpendidikan tinggi ini begitu pendiam dan penurut atas adat istiadat yang ditentukan, meski ia memiliki hak untuk bebas memilih akan tetapi syarat dari keluarga besar tak bisa diabaikan.

Beruntung paman Lalia, Jamil (David Chalik) dan Pian (Praz Teguh), adik Laila bersedia mengambil peran untuk membantu Liam dalam segala urusannya. Mulai dari prosesnya menjadi mualaf, mengurus surat-surat syarat pernikahan hingga harus terbang ke Jakarta, dan menjalani sunat sebagai syarat mutlak dari Tetua Rumah Gadang.

Film Liam dan Laila disebut sebagai salah satu film yang diadaptasi dari kisah nyata tentang cinta dua insan beda negara, berbeda budaya dan berbeda agama. Adat istiadat Minang begitu kental terasa, diakui oleh sang sutradara, Arief Malinmudo "Hal ini menjadi sebuah inspirasi untuk menceritakan pada khalayalak begitu banyaknya budaya di Indonesia ini salah satu yang tak bisa lepas adalah adat Minangkabau yang tak kalah menarik untuk di eksplore lebih mendalam."

Dibawah naungan produksi Mahakarya Pictures film 'Liam dan Laila' mengangkat budaya Minang salah satunya adat pernikahan dimana ada penggunaan suntiang yang khas dengan beratnya cukup lumayan di salah satu scane pernikahan. Disini juga diperlihatkan budaya penyambutan di Rumah Anak Daro. Sambil diiringi musik tradisional khas Minang, rombongan mempelai pria akan disambut dengan taburan beras kuning.

In Frame Laila dan Liam
Melalui film ini Kita akan menyaksikan akting Nirina yang tak biasa. Ia yang selalu hiperaktif menjadi Laila ini menjadi tantangan tersendiri baginya. Selain berperan sebagai perempuan yang lembut, dalam film ini mantan VJ MTV ini akan menggunakan tata bahasa minang yang kental. Di lain sisi, Jonatan Cerrada merupakan artis asli dari Perancis, Ia pernah menjuarai French Idol 2003. Selain kedua bintang utama film ini didukung oleh beberapa aktris dan aktor lain seperti David Chalik,  Pras Teguh, Gilang Dirga, Upiak Isil, Linda Zoebir, Yusril Katil, Melfi Abra, Antoni Samawil, Yuniarni, Ikbal.

Film ini juga cukup berwarna dengan menggunakan beberapa bahasa seperti Indonesia, logat minang yang khas, bahasa Inggris dan Prancis. Secara keseluruhan film Liam dan Laila cukup layak disematkan poin 07/10 karena segi cerita yang cukup menarik dengan unsur budaya nusantara yang kental terasa. Sayangnya, eksplorasi tempat-tempat indah di Sumatera Barat begitu minim selain Lembah Harau, akan tetapi tak mengurangi daya tariknya untuk menyaksikan sisi lain dari Sumatera Barat

9 komentar:

  1. Film ini mengajarkan kita begitu banyak budaya di dunia ya.

    BalasHapus
  2. Setelah melihat ini saya jadi ingin melihat versi filmnya nih mbak.

    BalasHapus
  3. Ceritanya benar-benar penuh haru banget mbak, jadi penasaran pengen lihat film aslinya nih.

    BalasHapus
  4. Aku nonton trailernya kmrn, dan sbnrnya tertarik. Apalagi yg main Nirina. Blm ada film dia yg gagal kalo kubilang :). Bujukin suami dulu supaya mau nonton film Indonesia :D.

    BalasHapus
  5. Banyak sekali ya pelajaran yang bisa kita petik dari cerita singkat dalam blog ini, salah satuya tidak ada yang tidak mungkin ika kita bersungguh-sungguh dan Allah menghendaki.

    BalasHapus
  6. Wah, selain menonton filmnya kita juga bisa belajar banyak tentang kbudaya-budaya dan adat ya.

    BalasHapus
  7. Seru banget ya filmnya, kelihatan dari penggalan cerita di atas. Harus lihat nih.

    BalasHapus
  8. Sumatra barat memang pesona akan keindahan baik arsektur hingga hidangan makanan
    Liam dan laila jadi ingatin kisah datoe maringgih dalam siti nurbaya

    BalasHapus