Laman

Sabtu, 06 Agustus 2016

Jalan-jalan Backpacker Menuju Lembang - Bandung

Cerita perjalanan bulan Mei lalu, dikala mungkin kebanyakan pegawai menikmati libur panjang sedangkan saya hanya memiliki kesempatan 2 hari libur saat itu. Melakukan sebuah perjalanan, mencari sebuah pengalaman itulah yang saya maknai dalam setiap langkah ketika mengunjungi suatu kota atau destinasi.

Membuat perjanjian untuk berangkat tgl 04 Mei 2016 di terminal Kampung Rambutan. Tepat sekitar pukul 12 malam, bus yang kami tumpangi melaju memecah jalan dan heningnya malam. Tahukah berapa jam perjalanan yang harus kami tempuh hanya untuk mencampai kota Bandung saat itu ? 6 jam lantaran macet libur panjang dipadati ribuan kendaraan.


Setibanya di terminal Leuwi Panjang kami segera bebersih diri, dan bersiap mengeksplore tempat-tempat wisata di Bandung. Tujuan pertama kami adalah Dusun Bambu dengan harga tiket masuk 15.000 rupiah. Terletak di Jalan Masturi KM 11, Situ Lembang - Cisarua, kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat. Memiliki keindahan natural alamnya. Dusun Bambu - Lembang pun bisa dikatakan sebagai tempat wisata keluarga, kuliner dan belanaj di Bandung.
- Untuk menuju lokasi, kami yang saat itu berangkat menggunakan Damri Leuwi Panjang - terminal ledeng (5.000 rupiah)
- Berjalan sedikit menuju ke Jalan Sersan Bajuri, naik angkot berwarna putih ke arah Prompong. Lantaran ada beberapa penumpang dengan tujuan yang sama akhirnya kami berinisiatif untuk charter angkot hingga pintu masuk Dusun Bambu (PP - 35.000 rupiah)


Hampir saja kami lupa waktu karena asyiknya melihat tema wisata yang di tawarkan dusun bambu. Desstinasi selanjutnya adalah Farm House merupakan wisata alam Bandung yang dikonsep sedemikian rupa ala Eropa, seperti rumah hobit yang menjadi spot favorite pengunjung untuk berfoto, gembok cinta, bahkan pengunjung berkesempatan untuk berkonstum ala gadis Eropa. Lokasinya terletak di Jalan Raya Lembang no.108, saat itu rute kami kembali melalu terminal Ledeng lalu kemudian dilanjutkan angkot jutusan St.Hall-Lembang (10.000 rupiah) turun di depan kawasan Farm House. Membayar tiket masuk seharga 20.000 rupiah. Dengan tiket tersebut para pengunjung berkesempatan untuk menukarkan dengan welcome drink susu murni dengan berbagai rasa yang bisa dipilih sendiri atau bisa dengan sosis bakar.

Meskipun hujan sempat turun tidak menyurutkan antusias pengunjung untuk merasakan kesenangan di Farm House tak terkecuali kami. Karena saking asyiknya dengan kesukaan masing-masing spot area berfoto kami sempat terpencar. Beruntung akhirnya tetap bisa bertemu diantara banyaknya pengunjung padahal komunikasi yang kami miliki down semua.

Hari kian sore, Lembang tak sesejuk dahulu. Ketika terakhir kesana beberapa tahun silam jam segitu biasanya sudah berkabut dan dingin udara menyergap. Namun yang saya rasakan kala itu, Bandung tak ubahnya seperti ibu kota Jakarta yang panas.

Akhirnya, saya bersama seorang teman lainnya berpisah dengan ketiga teman perjalanan kala itu sebab penginapannya berbeda. Saya merasa cukup beruntung bisa booking penginapan H-1 di libur panjang seperti kala itu padahal biasanya sudah full jauh hari sebelumnya. 

Baca Juga : Touring Ke Gunung Tangkuban Perahu

Hari terakhir di Bandung, saya dan seorang teman akhirnya memutuskan untuk mengeksplore Bandung berdua saja. Lantaran ketiga teman lainnya tak bisa banyak waktu dan sebelum siang sudah harus kembali ke Jakarta.

Menyusuri alun-alun kota Bandung di masjid raya, kala itu ada tabligh akbar pantas riuh ramai oleh pengunjung dan jama’ah yang hendak hadir. Tak lupa untuk sedikit mengabadikan moment di Jalan Braga yang cukup hits untuk foto-foto di instagram. Jalan Braga berkonsep One Stop Holiday di Kota Bandung merupakan pusat keramaian dan bisnis utama sejak zaman pendudukan Belanda merupakan jalanan protokoler di kota Bandung, sebagai terusan jalan utama dari arah Gedung Konferensi Asia Afrika.
Dan terakhir menjejaki untuk kesekian kalinya bangunan monumental bagi kota Bandung, Yups..Gedung Sate. Sayang hujan turun sehingga menyurutkan semangat untuk mengabadikan moment bersama kala itu.

Meskipun sederhana dan ala kadarnya, kami juga sempat icip-icip kuliner jajanan Bandung. Ya..memang ga jauh berbeda seperti di Ibu kota tapi ada sensasi berbeda aja jika bisa mencicipi dari asal daerahnya.

Perjalanan kala itu memang terbilang singkat dan mungkin terlalu biasa di mata orang lain. Tapi bagi yang menjalaninya selalu ada kesan yang tertinggal, dan melalui sebuah perjalanan banyak beberapa hal yang bisa kita pelajari salah satunya sosialisasi. Entah apa itu disebut dengan backpacker, tapi jujur di akui tenggang rasa antar teman seperjalanan maupun berjalan menyusuri sudut jalan bahkan berlari mengejar-ngejar bus itu selalu menjadi warna yang nantinya bisa untuk dikenang.

Terima kasih untuk Elis, Alinda, Rani dan Isnan semoga ga akan jera untuk mengukir cerita bersama lagi melalui perjalanan lainnya. See u next trip ^_^

7 komentar:

  1. memang bandung mah bikin kangen walau macetnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba. Ga ada habisnya mengulas wisata Bandung, dan sekarang macetnya menuju destinasi wisata cukup parah

      Hapus
  2. Dusun Bambu kereen
    saya pernah ajak anak istri ke tempat sejuk ini :)
    salam sehat dan semangat mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba..beberapa spot asyik juga utk berfoto. Tempatnya jg adem

      Hapus
  3. Keren..siapa tau ada yg kebdg tinggal invite pin:d847e168.kita backpackeran bareng,ngetrip bareng,sy domisili dibdg,bisa keliling bdg pake MTR,trimakasih😉😉😉

    BalasHapus
  4. Invite pin:D847e168 domisili sy dibdg,kita keliling bdg bareng MTR sy,tenang budget jgn dipikirkan.slm persaudaraan😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas, saya mau dong, nomor WA nya brp? tolong WA saya ya mas di 081213520426

      Hapus