Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 30 Juli 2018

Jaga Hati, Waspadai Hepatitis

Hati Organ Vital Manusia - Ilustrasi (Doc. Freepik)
Menjaga kesehatan tubuh, termasuk semua organnya adalah suatu keharusan salah satunya dengan memperbaiki pola gaya hidup sehat termasuk dalam mengontrol setiap makanan yang di konsumsi. Apabila satu organ terlanjur rusak, meskipun mungkin bisa sembuh, belum tentu fungsinya bisa normal seperti semula.

Organ di dalam tubuh yang tak kalah penting dan memiliki peran vital adalah hati. Letaknya ada di bawah diafragma, di kuadran kanan atas perut. Fungsinya adalah untuk mengatur kerja metabolisme tubuh, mengatur lemak dan menghancurkan racun. Apabila hati terganggu, protein yang diserap akan berkurang, racun atau toksin dalam tubuh tak terkontrol dengan baik, akibatnya akan mempengaruhi keseimbangan asam amino dan mempengaruhi sistem kerja otak. Akibatnya, seseorang yang memililiki gangguan pada hati lebih mudah mengantuk, lemah bahkan bisa menyebabkan koma.

Ada beberapa gangguan hati yang sering terjadi dan salah satu yang umum di tengah masyarakat adalah penyakit hepatitis atau orang awam menyebutnya penyakit kuning. Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang terdiri dari 5 (lima ) jenis, yaitu Hepatitis A, B,C,D, dan E, dimana antara jenis virus tersebut tidak saling berkaitan. Penyakit yang menyebabkan peradangan hati ini umumnya berlangsung hingga mencapai 6 bulan. Jika telah memasuki kategori akut bisa menyebabkan kerusakan hingga kanker hati.


Dalam penjelasan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes mengungkapkan "Hepatitis adalah penyakit silent killer, dimana banyak diantara penderita mengetahuinya saat dirinya terinfeksi adalah ketika berada pada tahap kronis bahkan sirosis dan kanker hati."
Penyebab hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis dan beberapa faktor lainnya seperti konsumsi obat-obatan tak beraturan tanpa anjuran dokter, alkohol, virus lain dari nyamuk seperti dengeu atau herpes, parasit malaria atau amoeba dan terjadi pelemakan di hati.

Penyebab dan penularan hepatitis A, B, C, D dan E pun berbeda-beda. Semua hepatitis sama berbahayanya, namun penderita hepatitis B paling banyak ditemui di Indonesia. Umumnya penularannya melalui kontak atau cairan tubuh, seperti Ibu ke anak Anak (Perinatal) itulah sebab jika Ibu mengidap hepatitis B maka 95% kemungkinan anaknya beresiko terkena hepatitis juga, anak ke anak atau dari dewasa ke anak, transfusi darah dan organ yg tidak di di skrining, penggunaan jarum yg tidak aman, hubungan seksual tak aman, dan kontak dengan darah. 
Penyebab Hepatitis (Doc.Pri)
Dr. Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam mengatakan "Hepatitis dapat menyerang siapapun, dengan gejala yang sulit untuk dikenali sebab gejalanya sangat umum. Maka cara paling akurat adalah dengan melakukan skrining dini, agar mampu mengurangi resiko virusnya."

Hepatitis B sebenarnya cukup mudah untuk diobatinya salah satunya dengan vaksinasi untuk pencegahan. Perlu dipahami hepatitis B bukan penyakit keturunan. Namun, jika resiko masih bayi sudah terserang hepatitis maka di usia anak bisa rentan dan beresiko menderita kanker hati. Di negara-negara maju, bayi baru lahir sebaiknya dikasih imun, karena 0-24 jam adalah golden periode untuk mencegah hepatitis. 

Hepatitis B yang meyerang intinsel, berproduksi ke dalam darah. Dengan perawatan yang intens, hepatitis bisa di obati walau selama periode 'penyembuhan' pada dasarnya hanya bisa mengurangi di sel darah tapi tidak menghilangkan virusnya di intisel.

Hepatitis A adalah penyakit yang penularannya sangat cepat, salah satu penyebabnya di pengaruhi oleh udara atau air yang dikonsumsi si penderita. Untuk pengobatan penyakit ini hanya bersifat simptomatis serta menjaga keseimbangan nutrisi. Langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.

Untuk Hepatitis C bersifat akut dan kronik serta dapat mengakibatkan sirosis (pengerasan hati) atau kanker hati. Tidak ada vaksinasi jadi harus skriming anti HCV sebagai penanda pernah kena hepatitis C. Sistem pengobatan untuk penyakit ini adalah menghilangkan virus dari tubuh sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.
Hari Hepatitis sedunia (Doc.Pri)
Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan dunia yang serius termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu diperlukan perhatian dari berbagai pihak baik itu pemerintah, lembaga non pemerintah maupun masyarakat. Sebagai bentuk keperdulian maka di tetapkan setiap tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Tema yang diambil tahun ini adalah "Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa."

Sebagai negara endemis tinggi hepatitis, pemerintah Indonesia pada tahun 1997 telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir secara nasional. Untuk rangkaian kegiatan puncak Hari Hepatitis Sedunia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan mengadakan beberapa kegiatan di tanggal 31 juli 2018 di Rusunawa Rawabebek Pulogebang - Jakarta Timur. Acara yang diselenggarakan berupa senam.bersama, dialog interaktif, deteksi dini Hepatitis B, Pameran Kesehatan, Penyebarluasan media KIE (leaflet, brosur dan buku saku), panggung hiburan rakyat serta door prize yang melibatkan sekitar 2000 peserta.

Jaga hati, waspadai hepatitis agar hidup lebih sehat dan bugar. Terapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk mencegah segala penyakit tak mudah datang

31 komentar:

  1. Menjaga kesehatan memang sangat penting:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, karena nikmat sehat itu teramat berharga

      Hapus
  2. Infonya bermanfaat banget:)

    BalasHapus
  3. Kita juga harus mengeatahui gejala-gejala hepatitis agar bisa ditangani dari awal ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyakit silent killer ini

      Hapus
  4. Biasanya jangan terbiasa meminum obat-obatan jika hanya penyakit ringan. Karena bisa mengurangi fungsi kerja hati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..ini juga benar. Ada baiknya konsumsi obat sebagaimana anjuran dokter

      Hapus
  5. Hepatitis vaksin zaman dulu sangat gencar di laksanakan dan di galakan yang akan tetapi sekarang tidak . semoga pada sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sekarang ini bisa lebih digencarkan

      Hapus
  6. Iya ternyata hepatitis itu serem juga ya. Gejalanya ringan tapi ternyata silent killer klo kita gk tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, karena gejalanya sering rancu untuk dikenali

      Hapus
  7. Bermanfaat banget sharingnya aq paling ga suka minum obat kecuali resep dari dokter dan udah dicek sakitnya apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga menginapirasi kakak.
      Itu udh menjadi satu langkah yg tepat

      Hapus
  8. Deteksi dini memang diperlukan untuk mencegah terlambatnya pengobatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..agar penanganannya bisa segera ditindak lanjuti

      Hapus
  9. Duuhhh semoga kita semua dijauhkan dari penyakit hati ya... Serem euy ngebayangin ada silent killer macam ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Iya, dampaknya benar2 mengerikan

      Hapus
  10. Waduuh hepatitis bisa menular melalui air dan udara juga. Serem amat ya. Semoga jangan sampe kena deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga kita selalu dilimpahi kesehatan

      Hapus
  11. Serem bgt ya hepatitis
    Berarti mesti lebih aware nih buat tanggap sama gejalanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..agar lebih tanggap ketika gejalanya mulai dirasakan

      Hapus
  12. Jadi kepengen tau,Kalau mau donor darah kira kira diperiksa gak ya ada Hepatitis nya apa enggak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya ka' akan ada screening sebelum darah didonorkan. Setahu saya seperti itu

      Hapus
  13. Oalah ternyata a,b,c itu bukan tingkatan ya. Tapi nama virus virusnya.. duh.. bener lebih serem Dr HIV ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, silent killer yang gejalanya keliru dikenali

      Hapus
  14. Boleh banget tuh diadakan pemeriksaan hepatitis. Kita orang dewasa kan belum tahu menahu apakah kita terjangkit atau tidak. Beda dengan bayi memang ada imunisasi hepatitis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga perhatian terhadap hepatitis lebih digalakan. Dan pencegahan lebih dimaksimalkan

      Hapus
  15. Serem y ...dulu orang tau ny penyakit kuning d jemur sembuh ternyata kini ga bisa asal y ,tetep pola hidup sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuah..saya malah baru tau ada penyembuhan melalui di jemur. Apa ini terkait dgn bayi yg pagi harus selalu dijemur ? Saya kirain itu sebagai bentuk nutrisi vitamin D

      Hapus
  16. repotnya, hepatitis ini ga mudah terdeteksi secara kasat mata ya, ini yangbikin penanganannya sering terlambat

    BalasHapus