Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Rabu, 11 Oktober 2017

Acer Chromebook, Perangkat Penunjang Digital Classroom

Suasana Digital Classromm (Doc.Pri)
Tak bisa dipungkiri jika teknologi telah merubah banyak hal mulai dari budaya, hingga cara hidup manusia. Tanpa disadari, perlahan tapi pasti teknologi yang kian pesat berkembang sudah hampir menguasai aspek berbagai sektor kehidupan. Segala kemudahan karena pesatnya teknologi semakin banyak ditawarkan. Hampir semua negara maju di dunia telah mengadopsi berbagai teknologi canggih terbaru dalam setiap waktunya. Tetapi di beberapa negara berkembang, tidak menutup mata pada arus teknologi, bertahap turut serta menyesuaikan.

Era digital menuntut generasi muda Indonesia untuk selalu memiliki inovatif dan kreatif dengan lebih fleksibel namun tetap tidak menghilangkan karakter serta jati diri selalu membangun pribadi yang dinamis, progresif, dan selalu aktual. Diperkerikan pada waktu mendatang persentase pengguna aktif dunia digital sebagian besar di mayoritasi oleh kaum muda. Jadi, sudah sepatutnya harus ada langkah serius untuk menyiapkan generasi digital Indonesia yang tidak lupa pada jati diri sebagai bangsa Indonesia tapi tetap berpikir global.



Ipeka Meruya (Doc.Pri)
Fenomena ini nampaknya cukup tanggap di respon oleh instasi sebuah pendidikan di Indonesia. Adalah IICS (IPEKA Integrated  Christian School) Jakarta, mengklaim sebagai yang pertama mengimplementasikan metode pembelajaran blended learning, merupakan metode penggabungan proses belajar mengajar secara tradisional dengan menerapkan konsep belajar secara digital dan mobile.



Dalam pengenalannya yang berlangsung pada 09 Oktober 2017 lalu, bertempat di gedung sekolah cabang Meruya, Jalan Batu Mulia Blok K - Jakarta Barat turut dihadiri para petinggi mewakili bidang perusahaan terkait beserta jajaran petinggi sekolah IPEKA. Adapun tujuan dari pelaksanaan IICS ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya siswa berkesinambungan dengan peranan teknologi.


Menggandeng perusahaan teknologi ternama di Indonesia, yakni Intel, Google dan Acer menjadi tahap pelaksanaan blended learning ini. Dalam pengaplikasiannya metode ini dihadirkan melalui digital classroom yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar lebih dinamis, tanpa batasn waktu, kapanpun dan dimanapun.
Presscon Pengenalan Blanded Learning (Doc.Pri)
"Dengan dukungan perangkat dan solusi tekologi dalam terwujudnya digital classroom, kini guru dapat memberikan tugas melalui Google Docs dan secara otomatis membuat duplikasinya untuk setiap murid. Mereka juga dapat langsung mengerjakan tugas dalam dokumen tersebut," Handjono selaku CEO IPEKA Integrated Christian School memaparkan.

Secara otomatis, program yang berlangsung ini akan sangat membantu guru dalam menyusun tugas-tugas dalam folder driver yang terstruktur, sehingga murid bisa melihat langsung tugas-tugas serta tenggat waktu pengumpulan. Selain itu, guru juga dapat membuat pengumuman dan memulai diskusi dengan murid-muridnya secara real-time, sehingga interaksi antara guru dan siswa dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.

Program blended learning yang dijalankan oleh IICS sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun dengan memberikan Chromebook kepada siswa secara mobile. Tidak hanya menyiapkan perangkat, IICS juga telah  mempersiapkan guru-guru yang rutin dengam training serta prosedur pengajaran terbaru untuk menciptakan siswa yang kreatif, kritis dan berwawasan.

Adapun program ini mulai diterapkan kepada siswa kelas 7 dan 10 dengan alasan yang menjadi kelas awal di jenjang masing-masing. Siswa dari kedua kelas tersebut nantinya bisa menggunakan Chromebook untuk mengakses berbagai materi terkait pelajaran mereka, baik di sekolah maupun di rumah.

Herbert Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia mengatakan "Selama empat dekade, Acer berkomitmen untuk mendukung sektor pendidikan sekaligus perwujudan digital classroom. Ini merupakan satu dukungan sebagai technology enabler dalam percepatan implementasi pendidikan pada abad ke 21 untuk proses belajar mengajar."

Yohan Wijaya (Doc.Pri)

"Intel Indonesia telah lama perduli dengan sistem pendidikan, itulah salah satu kegiatan CSR perusahaan selalu mengedepankan edukasi. Melalui program digital dalam dunia pendidikan ini bermaksud menyiapkan generasi masa depan yang memiliki attitude dan knowledge. Dan teknologi diyakini untuk meningkatkan kualitas hidup serta pendidikan sebagai sarana pembelajaran baik untuk guru maupun siswa." Yohan Wijaya, MNC Sales Director Intel Indonesia menambahkan.


Saat ini perangkat yang digunakan oleh IICS adalah Acer Chromebook CB3 yang ditenagai prosesor Intel dengan dukungan Chrome OS dan Google Classroom dari Google. Dilengkapi berbagai aplikasi penunjang seperti Google Chrome Gmail, Google Drive tanpa batas kapasitas memori, Google Search, App List Button, YouTube, Hangout, Classroom, Calender, dan sites. Membuatny semakin menarik, kolaborasi guru dan siswa menjadi lebih personal adalah tersedianya paket solusi dengan dukungan ekosistem chrome, charging cart, Chrome Device Management Console dan G-suit App for Education.
Gambaran Acer Chromebook (Doc.Pri)
Seiring pesatnya teknologi dan dalam penerapannya di dunia pendidikan, tentu saja memberikan harapan besar agar mutu pembelajaran maupun pelayanannya lebih meningkat untuk membentuk sumber daya manusia yang berdedikasi selepas dari bangku sekolah dan siap menghadapi era mendatang dengan skill serta kemampuan mumpuni.


4 komentar:

  1. memang betul ya pembelajarn dg teknologi memang sudah hrs dilakukan ya

    BalasHapus
  2. bagus juga ya...utk pengawasan pada personal bisa di bantu dengan pendidikan katakter juga ya. biar mereka ga kebablasan menggunakan teknologi yg makin cangih.

    BalasHapus
  3. Belajar semakin mudah dan praktis dengan Digital class room

    BalasHapus
  4. Weeew itu skolahan deket ma rumah akooh. Pantes rata2 prestasi IPEKA memang slalu diatas rata2. digital class room toh??

    BalasHapus