Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Sabtu, 04 Februari 2017

Kaidah Penulisan Reportase Ala Blogger

Sumber gbr : Pixabay.com
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat hingga internet yang mudah diakses kian membentuk banyak orang berkiprah dalam dunia digital yang marak saat ini adalah blog yakni web pribadi yang umumnya dikelola perorangan ini semakin banyak diminati, dan tidak sedikit yang menjadikan sebagai profesi.

Namun, sebenarnya menjadi blogger yang benar bukanlah hal yang mudah. Pemahaman, kemampuan dan attitude belum banyak di mengerti sebagian orang. Tidak menutup kemungkinan, aktifitas blogger kini semakin menjadi daya tarik karena semakin banyaknya trend dimana agency atau suatu brand mempercayakan blogger-blogger sebagai  publisher. Dan disinilah eksistensi blogger kian diperhitungkan.


Dari sekian banyak genre, mulai dari lifestyle blogger, travel blogger, food blogger dan lain sebagainya. Memegang peran untuk mebagikan informasi ke khalayak melalui media digital, namun penyampain seperti apakah yang tepat ? story telling, soft selling, hard selling atau hanya review?

Training In House "Menulis Reportase Ala Blogger Reporter"

Bertempat di Jl Pangadegan Utara No 14 Pancoran Jakarta bersama teman lainnya Kami mengikuti sesi sharing yang diadakan oleh Blogger Reporter ID dengan mengambil tema "Menulis Reportase ala Blogger Reporter" dimana sambutan pertama di sampaikan oleh Mas Hazmi Serondol lebih dikenalnya sebagai founder sekaligus salah satu admin di Komunitas Blogger Reporter ID.

Mas Hazmi menjelaskan sedikit sebab muhasabab mendirikan komunitas BRID ini, hal ini tidak terlepas dari peran blogger sebagai penyampai informasi, dan melalui komunitas BRID para member yang tergabung didalamnya bisa saling memberi informasi serta inspirasi melalui blog. Jika di perhatikan blogger memiliki peran tak jauh berbeda dengan jurnalis sebagai pemberi informasi hanya saja sudut pandang dan cara penyampaiannya tentu saja berbeda.
Mas Hazmi Serondol (Doc.Pri)
Sejatinya tidak bisa disamakan antara reporter media komersil dengan blogger. Sebagai contoh dalam penulisan reportase sebuah event, biasanya blogger akan lebih detail menyampaikan melalui tulisannya dan hampir disepanjang acara sering menginformasikan hal-hal penting yang disharing melalui media sosialnya.

Sesi berikutnya adalah penyampaian dari Mas Wahyu Vidyanto atau akrab di sapa dengan Mas Vidi. Seorang pengusaha muda yang menekuni bisnis dibidang kuliner yakni Royal sandwich yang telah berjalan cukup lancar. Disamping itu Mas Vidi pun kini semakin melebarkan sayap usaha yakni dengan memasarkan Nasi tumpeng yang baru berjalan satu tahun terakhir. Mengapa nasi tumpeng ? dilihat dari prospeknya, usaha ini cukup menjanjikan dimana pemesanan nasi tumpeng belum banyak yang memanfaatkan media online, untuk saat ini pelayanan baru dikisaran Jakarta dan sekitarnya. Harapan lain usaha nasi tumpeng adalah membudayakan kuliner daerah atau tradisi yang kian memudar di kehidupan modern khususnya tengah masyarakat perkotaan. Tumpeng biasaya membentuk kerucut yakni sebuah simbolisasi dimana potongan pertamanya diberikan sebagai suatu penghormatan.

Mas Vidi (Doc.Pri)
Sebelum mendulurkan usahanya, Mas Vidi tentu saja melakukan banyak pertimbangan salah satunya melalui riset tentang apa yang diminati dan dibutuhkan masyarakat pada umumnya, sehingga tidak berhenti untuk terus berinovasi memberikan yang terbaik.

Beberapa terobosan yang telah dilakukan Mas Vidi untuk usaha Jakarta nasi tumpeng yakni :
1. Mengedepankan rasa yang pas bagi masyarakat Indonesia
2. Menawarkan gratis ongkos kirim untuk wilayah Jakarta
3. Adanya jasa call center maupun media chatting untuk berkomunikasi maupun delivery
4.berinovasi dengan membuat beraneka ragam bentuk model, hingga menjaga cita rasa.
5. Menguatkan informasi pencarian dengan penerapan search engine seperti google.
Nasi Tumpeng (Doc.Pri)
Untuk informasi lebih jauh bisa klik website https://jakartanasitumpeng.com/ dan dalam kesempatan lalu, Kami yang hadir dalam kegiatan In Training house bersama BRID mendapat kesempatan untuk mencicipi kelezatan Jakarta Nasi Tumpang. Penataan lauk dan nasi berpadu padan dengan apik dan rapi, Mas Vidi juga menjelaskan bahwa kehigeinisan dari Jakarta nasi tumpeng sangat dijaga.

Sesi sharing terakhir adalah Teh Ani Berta selaku Co.Founder Blogger Reporter ID, dalam menerangkan membuat tulisan blogger reporter. Belajar dari banyak pengalamannya, Teh Ani berbagi informasi dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat reportase. Tidak jauh berbeda dengan jurnalistik umumnya, ketika membuat reportase blogger juga harus memperhatikan empat pondasi penting yakni laporan, fakta, aktual, dan akurat.

Meskipun umumnya reportase blogger lebih cenderung dalam menggunakan gaya bahasa personal masing-masing namun kaidah bahasa Indonesia yang baik tetap menjadi poin utama, tidak alay dan usahakan untuk tidak menyingkat kalimat. Biasanya reportase blogger tidak dibatasi jumlah kata, penyampaiannya lebih detail dengan penyempurnaan gambar, foto, video bahkan hingga infografis. Seperti yang disampaikan Mas Hazmi bahwa blogger adalah seorang publisher dengan 'paket lengkap'. Selain itu blogger juga berperan sebagai self editor dalam tulisannya agar pembaca blog lebih nyaman dan meminimalisir typo atau kesalahan lainnya.
Teh Ani Berta (Doc.Pri)
Teh Ani menjabarkan beberapa tips penulisan reportase blogger :
- Dalam menulis reportase harus ada 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Apa yang dibahas, siapa narasumber, kapan kejadian, dimana kejadiannya, mengapa atau sebab kejadian itu terjadi dan bagaimana sebuah penyelesaian atau solusi. Membentuk kerangka dari dasar tersebut pada akhirnya akan membentuk sebuah tulisan yang relevan dari event yang di liput.

- Sisipkan beberapa kalimat pernyataan narasumber 

- Usahakan jangan sampai salah menuliskan gelar dan nama narasumber

- Ketika menulis reportase di blog ada baiknya menggunakan foto milik sendiri, jikapun mengambil dari pihak lain sebagai bentuk etika harus menyertakan sumbernya

- Selalu sedia dengan perlengkapan liputan seperti note, ballpoin, smartphone bahkan sebaiknya memang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan voice recorder.

Menariknya seorang blogger biasanya menulis reportase dengan gaya bahasa yang tidak kaku sehingga akan lebih melekat kepada pembaca. Itu sebabnya ada baiknya hindari penulisan copy paste dari press release dan tidak cenderung berpatok disana. Blogger harus bisa menggali lebih jauh reportasenya misalnya melalui wawancara.

13 komentar:

  1. Wah ilmu penting nih. Makasih ya sudah berbagi.

    BalasHapus
  2. Tapi 4 pondasi itu (laporan, fakta, aktual dan akurat) sekarang ini sering kali diselewengkan oleh benerapa blogger ataupun repoter.. apalagi blogger bayaran *ehem*

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak memang fenomena blogger yg tdk bertanggung jawab, tp semoga kita tdk menjadi diantara tsb

      Hapus
  3. Saya setuju banget nih mba, menulis wajib menggunakan foto pribadi :D

    BalasHapus
  4. Terima kasih sudah hadir di acara ini ya Mba Siti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali Teh Ani utk sharingnya :)

      Hapus
  5. Sampai sekarang pun aku belum bisa nulis panjang,lebar . Semoga bisa selalu memperbaiki kualitas tulisanku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bertahap mba, yg penting kan apa yg ingin disampaikan terpenuhi ^_^

      Hapus
  6. Bisa buat panduanku kedepannya biar nulis nya makin rapi makin bagus hehe. Back ya kak di blogku www.phigura.blogspot.com photography blogger. Maturswuwn

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah jadi makin banyak ilmu setelah membaca tulisan ini :)
    Makasiih

    BalasHapus
  8. wah .. terimakasih tipsnya mbak .. jadi nambah wawasan

    BalasHapus