Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Selasa, 28 Juni 2016

Silaturahmi Ke Lampung Sesederhana Perjalanan Backpacker

Patung sepasang pengantin adat Lampung
Seberkas cerita beberapa bulan silam, untuk pertama kalinya saya menyebrangi pulau Jawa. Bertandang ke Lampung selatan, walau sebenarnya ingin sekali ke tempat-tempat hits yang ada di sana seperti Pahawang, Kiluan, Krakatau dan lain-lainnya.

Sebagaimana janji saya di sebuah V-log sederhana atas tantangan LBI saat itu, akhirnya berikut saya tuliskan cerita perjalanannya. Di bulan februari ketika ada hari libur di hari senin tak ingin menyiakan kesempatan lantaran waktu libur yang susah sekali di dapat sebab sabtu saja masih harus masuk (disitu kadang saya ingin nyakar2 tembok). Menerima tawaran dan ajakan teman untuk silaturahmi ke sahabatnya di Lampung tepatnya di desa Pesawaran - Gedong Tatataan sebuah wilayah yang berada di atara kota Bandar Lampung dan Pring Sewu. Mengapa saya sebutkan dengan sebuah perjalanan backpacker ? karena perjalanan itu kami lakukan dengan dana seminim mungkin tanpa harus menguras kantong berlebih, layaknya sebuah petualangan yang mencari arah seakan meraba dengan naik turun transportasi umum, berbincang dengan warga setempat dan bertanya untuk mencapai tempat tujuan.


Perjalanan awal berangkat sabtu malam menaiki kapal feri dari pelabuhan merak menuju baekehuni. Selama beberapa jam di atas perairan kerap membuat mual, tapi untungnya saat itu kami mendapat tempat yang cukup nyaman. Akhirnya menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Lampung ketika matahari mulai terbit, bakehuni yang menurut saya cukup baik dan nyaman untuk sebuah pelabuhan kabarnya belum lama ini karena baru di renovasi.

Kami menaiki bus menuju terminal Rajabasa, hampir 2 jam lebih di atas kendaraan kami turun di sebuah pertigaan di lanjutkan sebuah mikrolet menuju pasar dan dilanjutkan kembali dengan mikrolet daerah berwarna merah yang menuju Tataan. Setelah sekian jam perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba di tempat tujuan, rumahnya asri penuh kebun beraneka pohon buah. Sesampainya kami sudah di suguhi banyak durian, tak perlu menunggu lama beberapa buah durian yang diambil dari kebun belakang itu ludes karena si "para tamu" memang penggemar durian.

Setelah istirahat, makan dan shalat, para tamu dari ibu kota pun di ajak berkeliling ke beberapa tempat di sekitaran Gedong Tataan. Kami berkunjung ke sebuah kebun karet, yang kabarnya suka menjadi tempat nongkrong untuk berselfie-selfie ria bagi pendatang maupun penduduk setempat. Area perkebunan karet cukup luas, namun sayang terlalu banyak nyamuk sehingga membuat saya sedikit tidak nyaman. Diakui diambil dari beberapa sudut tempat ini memang cukup menarik untuk objek foto. 
Kebun Karet
Sekiranya sudah cukup puas mengambil objek-objek di perkebunan karet, kami pun kuliner ke sebuah kedai yang cukup terkenal di Lampung yakni Bakso Sony yang sudah cukup tenar, berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi kedainya sudah ramai oleh pengunjung. Daging baksonya yang di buat murni 100% daging sapi tanpa campuran apapun menjadi ciri khas tersendiri ditambah kuah bakso yang gurih. memang tidak heran jika kuliner ini menjadi ciri khas Bandar Lampung, tempat ini juga menyediakan bakso kemasan yang bisa dibawa untuk buah tangan.

Menikmati kuliner Bakso Sony
Sesampainya di rumah kami pun bebersih diri dan disambut lagi dengan santapan buah durian yang tetap saja ludes habis bagi pendoyan durian. maklum di ibukota harganya cukup menguras kantong, ada yang gratis dari perkebunananya langsung maka tak akan di siakan.
Lili dan Durian dari Kebun
Keesokan paginya kami pun di sambut kembali dengan beberapa buah durian yang diambil dari perkebunan. Aneh memang ga ada rasa mual hampir tiap saat makan durian selama bertandang dan silaturahmi di Lampung, Rencanaya sore itu kami akan kembali ke Ibu kota, sebelum beralih pulang kami pun menghabiskan sisa waktu kebersamaan dengan menapaki perkebunan, persawahan, aliran sungai kecil yang arusnya kian deras saat hujan dan curug kecil yang sayang cukup kotor. Di iringi hujan langkah-langkah kami terus berjalan seakan rintikan air yang jatuh itu tidak menghalangi kebersamaan kami menikmati waktu demi waktu yang semakin berlalu, guyonan kami menyatakan "menjadi gadis desa" sehari.
'gadis desa sehari' main di sawah

Menyebrangi sungai

Curug (entah apa namanya)
Ba'da Ashar kami sudah repacking dan siap kembali. Tidak lupa berpamitan kepada tuan rumah yang telah sangat ramah menyambut kedatangan kami, yang melimpahi kami dengan panganan durian hingga untuk pulang kami pun masih di bekali durian dan secerdik mungkin membungkusnya agar tidak dilarang masuk ke kapal. Yang membuat cukup puas meski tidak sempat mengunjungi wisata alam lain di Lampung. 

Terima kasih untuk perjalanan dan kebersamaan kita Lili, Niza, Yuli, Dini serta untuk Zahidah beserta keluarga sebagai tuan rumah untuk sambutan hangatnya. Sejatinya sebuah perjalanan itu bukan sekedar kemana tempat yang dituju tetapi dengan siapa langkah kaki berirama memanfaatkan kebersamaan waktu yang masih ada untuk saling memaknai rasa bahagia dan sanubari yang kian bersyukur dengan cara bagaimanapun selama dalam kodrat yang positif.

14 komentar:

  1. dulu aku punya banyak temen anak lampung.
    jadi pengen kesana.
    udah ke pahawang belum ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuah..asyik dong klo ada kenalan utk eksplore tempat2 menarik di sana
      blm ada kesempatan bertandang ke pahawang

      Hapus
  2. Punya saudara di Lampung dan sering banget ke lampung. Tapi ga pernah diajak traveling. hiks.
    Next kalau ke Lampung lagi mampir Kiluan keren mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..wah..padahal asyik tuh bisa jadi penunjuk jalan
      blm berkesempatan utk mengunjungi Kiluan..semoga next time

      Hapus
  3. Aku belum pernah ke Lampung, keren ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inipun perjalanan perdana saya mba ke Lampung

      Hapus
  4. itu duriannya bikin mupeng Mba Sithie :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maknyuss mba..isi dagingnya juga lumayan

      Hapus
  5. wah kebun karet dan durennya sangat berkenang mbak hehe selamat hari raya mbak Taqoballahu Minnaa Waminkum, Shiyamanaa Washiyamakum, Kullu ‘Amin Wa Antum Bikhoirin, Waja’alanallahu Waiyyakum Minal Aidzin al Faizin… Amin….

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taqoballahu minna waminkum mas Angki..
      sangat berkesab setiap sudut dari setiap perjalanan kala itu ☺

      Hapus
    2. kalo berkesan banget, fotoin aja semuanya :D hehe, pakek kamera yang bisa nge foto 360 derajat

      Hapus
    3. Perjalanan yg berkesan tak hanya sekedar lewat gambar..tp rasa syukur dan puas atas indahnya alam

      Hapus
  6. Durennya ya Allah @.@ bikin ngiler aja. dari malang jauh banget itu lampung hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..lumayan utk perjalanan kereta saja hampir seharian hanya utk tiba di Jakarta nya

      Hapus