Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Rabu, 27 Januari 2016

Hunting Barang Murah Bermerk, Pasar Ular Jakarta Tempatnya


Berkenaan dengan posting tematik liga blogger indonesia pekan ketiga adalah tentang pasar tradisional yakni tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan terjadinya transaksi tawar menawar harga hingga di setujui sebuah kesepakatan yang pelaksanaannya masih bersifat tradisional.

Dari sekian banyak pasar tradisional yang ada di kisaran tempat tinggal saya, akhirnya saya menjatuhkan pilihan Pasar Ular Plumpang yang akan jadi bahan refrensi dalam tulisan kali ini. Alasannya selain, denyut nadi ekonomi yang masih terlihat signifikan, lokasi yang memang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal dan tentu saja hal unik berkenaan dengan tempat ini. Lucunya, ketika baru berkenalan sama orang baru jika di tanya tempat tinggal mayoritas tidak ada yg mengetahui lokasi tempat tinggal saya, namun ketika menyebutkan pasar ular sebagian besar akan berseloroh dengan (oohh,) itu artinya pasar ular memang dikenal karena tempat ini menjual barang-barang dengan merk cukup ternama namun dengan harga yang cukup murah.

Mengapa dinamakan pasar ular ?? ini bukan karena lokasinya banyak ular lho, cerita yang saya dapatkan pasar yang telah berdiri sejak tahun 1960 ini dahulunya berada di pasar koja lama dan kini telah berubah fungsi menjadi terminal peti kemas. Dahulu barang-barang yang di jual adalah barang yang di dapat dari para awak kapal sisa ekspor atau kita lebih mengenalnya dengan barang reject. Namun, transaksi tersebut rata-rata dilakukan secara ilegal dan sembunyi-sembunyi. Lokasi tempat yang telah di pindahkan itu memanjang dan berliku seperti tubuh ular, tetapi ada juga yang mengaitkan dengan prilaku seseorang yang licik seperti ular. 

Lokasi pasar ular di Jakarta Utara sendiri terbagi dua yakni di kawasan Permai dan Plumpang Semper. Aneka produk yang beragam jenis seperti celana, kemeja, kaos, sepatu, jam tangan, jaket, tas dan parfum bermerk dijajakan para pedagang yang menempati kios-kios sempit beratap fiber di sepanjang lorong Pasar Ular Permai dan Plumpang, Jakarta Utara.

Seperti pasar tradisional pada umumnya kondisi pasar ini pun masih sangat sederhana sekali. Walaupun tanpa fasilitas AC,pada kenyataannya tidak mengurangi minat pembeli untuk datang ke tempat ini terlebih para pecinta barang bermerk dengan harga murah.

Kemajuan teknologi belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penjual-penjual di pasar ini, namun sebagian sudah ada yang menaruh lapak barang dagangannya ke toko online yang menggunakan rekening bersama. Sejujurnya saya sendiri lebih suka berbelanja di pasar tradisional lantaran harga yang jauh lebih rendah dibandingkan mall-mall besar, kita pun bisa lebih memperluas kemampuan sosial dengan bertransaksi tawar menawar kepada penjual serta setidaknya membantu perekonomian mereka.

Kondisi pasar tradisional diakui saat ini sudah cukup memprihatinkan, saya khawatir ini hal ini hanya akan menjadi tonggak sejarah perekonomian negara khususnya di kota-kota besar. Persaingan yang cukup pesat dengan munculnya  departement store  membuat pasar traditional kini tak lagi di lirik. Terlebih sifat konsumtif sebagian besar masyarakat pun di lengkapi dengan gaya hidup tinggi yang menjujung gengsi.

41 komentar:

  1. Wah asyik tuh pasar ular. Bisa dpt barang brended murah, bisa dijual lagi dg harga yg normal. Hehehe <<< - pikiran seorang berjiwa dagang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..nah..otak dagangnya mulai berjalan :D
      Saya pun sempat dapat informasi memang seperti itu mas rata-rata pembeli dari luar kota

      Hapus
  2. di Medan juga ada pasar ular, kita bilang Pajak Ular. nggak pakai tenda, cuma digelar di pinggir jalan. itu juga bukanya sore ke malam.

    @QuelleIdee07

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di tempat saya yg seperti itu di sebutnya pasar kaget mba :)

      Hapus
  3. Kalau di surabaya ada juga, namanya pasar maling :D

    BalasHapus
  4. Kemarin ada yang posting Pasar Nyamuk, sekarang Ular, kok lucu-lucu ya :D

    @umimarfa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..iya mba unik-unik saya juga sempat dengar beberapa nama pasar yg di kaitkan dg nama hewan lain

      Hapus
  5. woow barang branded di pasar.. mau mauh.. reject sikit tak apalaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal pintar-pintar memilih, ga jarang bisa dapat barang yg bagus

      Hapus
  6. kupikir kayak pasar burung. ternyata perumpamaan nama pasarnya :D duh bisa dapet barang branded dengan harga murah? pasar yag menggiurkan hehe

    @gemaulani

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi..mba, pasar ini memang banyak direkomendasiin sama yg suka barang-barang branded tp kantong tipis

      Hapus
  7. Hebat bisa tahu sejarahnya, kalau saya masih nanya-nanya ini

    @amma_chemist

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanya-nanya sama orang sekitar dan beberapa pedagang karena rata-rata mereka sudah lama bertempat di lokasi itu mba

      Hapus
  8. wah jadi tempat rujukan ya mbak. etapi barangnya halal to?

    @diahdwiarti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Info update yg saya dapat,semenjak lokasi pindah dari sebelumnya pedagang mendapat barang itu tdk lagi ilegal.tapi di beli dari Awak kapal yg punya barang sisa gagal ekspor

      Hapus
  9. Pasar ular kirain jualan ular semua ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. widiiiww..saya ngebayanginnya aja serem. Sebelumnya saya pun sempat berfikir demikian saat masih kecil dulu

      Hapus
  10. maaf koreksi bukan traditional tapi tradisional
    @guru5seni8

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh,iya terima kasih mba untuk koreksinya. sudah saya perbaiki :)

      Hapus
  11. Pasar ular, waahhh seneng yah bisa dapat barang branded tapi murah.
    @rin_mizsipoel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..pas banget yg mau bergaya tapi isi dompetnya tipis mba, hehehe

      Hapus
  12. Hihihiihi ..

    Tapi untuk beli produk di pasar ular, harus bener-bener tahu barang yaa mbk.
    Soalnya sekarang juga banyak barang palsu yang dijual disana :'(

    Alternatif di jakarta untuk model pasar ular IMO sih , di taman puring. Yaa meskipun disitu ga cocok disebut pasar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mas Andhika
      tetap harus pintar memilah supaya ga kecewa nantinya

      Hapus
  13. nah iya, pasar tradisional jadi tergeser karena perilaku konsumtif berlandaskan gengsi itu...
    beuh, payah deh ah,

    @onlykharisma

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedih mba, kalau liat kondisi pedagang pasar tradisional sekarang (khususnya di kisaran tempat tinggal saya) banyak yg gulung tikar lantaran omset penjualan menurun drastis

      Hapus
  14. Baru baca nama pasar di gambar udah bikin serem ya mba.. Pasar ular kirain bnyak ularnya. Ternyata cuma lokasinya yang memanjang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha..sewaktu kecil saya juga berpandangan seperti itu sampai pernah merasa takut lewat lokasi, eh tapi ternyata.. :D

      Hapus
  15. Di Medan ada juga Mbak, persiiis.
    Yang dijual barang-barang, ehm... Dengan cara yang gitu deh.
    Tapi, justru malah itu yang bikin khasnya. Sehingga, pas disebut Pasar Ular, orang2 langsung tau mikirnya ke mana. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener juga sih mba.
      sebagaimana sifat ular sendiri "licin"

      Hapus
  16. haduhhh kirain jualan ular, ternyata bukan ya, kalo beneran jualan ular mau kabur duluan deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. terkadang nama tidak mencerminkan kenyataan, hahaha..saya mungkin bisa ga berani lewat

      Hapus
  17. kalo di jogja mungkin sama kayak klitikan (?)
    @aleksdejavu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yogya ternyata masih banyak pasar tradisional ya mas ?
      saya taunya cuma pasar briharjo & muntilan doang :D

      Hapus
  18. Aku tertipu judul. Xixixi. Tak pikir di sini tempat jualan binatang macam ular gitu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya..masih banyak yg keliru mba. hihihih

      Hapus
  19. Pasar2 di jakarta bnyk yg keren, semacam pasar asemka itu...bikin lapar mata.

    Oia pasar ularnya di Jakut ya? Saya tahunya Jakut muara baru, dl srg kesana.
    @ririekayan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diakui, Jakarta bisa disebut kota serba ada :D
      Kalau muara baru masih cukup jauh dari lokasi pasar ini mba

      Hapus
  20. Dulu dosen saya pernah cerita beli kamera di Pasar Ular. Saya malah bingung kok beli kamera di pasar uler... Dan kebingungan itu kini telah terjawab :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah..tertipu nama ya Mas. Semoga terbantu dg informasi dari postingan ini

      Hapus
  21. Hi mba..sy tertarik mau ke pasar ular nih uda lama sih..tp posisi saya bawa anak kecil umur 3thn...aman ga ya hehe..dengar dr temen2 banyak copet dll nya..bs share lokasi persisnya mba?makasih sblmnya


    Lynnoctora@gmail.com

    BalasHapus