Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Kamis, 09 Juli 2015

Seindah Mutiara Dalam Pelukan Hidayah



https://jilbabgaul.files.wordpress.com/2013/03/jilbabkartunlucusendirimelamun.jpg?w=247&h=320            Siapa yang akan pernah menyangka akan perubahannya, jika Allah sudah memberikan hidayah kepada seorang manusia maka tak ada satupun yang akan mampu menghalangi. Mutiara telah melewati perjalanan spiritual yang cukup panjang hingga akhirnya ia memilih jalan hidupnya sekarang.
           
Kami saling mengenal saat di bangku SMA, ia yang saat itu sudah berprofesi sebagai gadis sampul di sebuah majalah remaja tentu saja menyita banyak perhatian siswa dan siswi lainnya. Namun, meskipun Mutiara seorang model dan pergaulannya yang cukup luas ia tak pernah bersikap tinggi hati, ia terbuka dan mau berteman dengan siapa saja, disamping itu ia pun cukup cerdas serta berprestasi maka tak heran jika ia menjadi kesayangan para guru.

     Dan kini setelah delapan tahun berlalu semenjak kelulusan, tak ada komunikasi dan tak ada perjumpaan kami dipertemukan kembali di sebuah acara seminar. Ya.. tentu saja dengan penampilan Mutiara yang sangat berbeda.
           
“Assalamualaikum. Alya kan ?” Mutiara pertama menyapaku
           
“Wa’alaikumsalam, iya..”jawabku dengan wajah keheranan
           
“masih ingat ? Aku Mutiara teman SMA kamu..”
           
Aku memperhatikan wajahnya dengan seksama “Masya Allah..Mutiara !! kamu berubah. Hampir-hampir aku tidak mengenali” kami pun saling berpelukan melepas rindu antar kawan lama
           
Sepulang dari seminar, Mutiara mengajakku untuk singgah di sebuah kedai kopi untuk saling bercerita dan melepas kerinduan.
           
“Aku masih penasaran, apa yang membuatmu berubah seperti ini ?”
           
“panjang sekali ceritanya…” Mutiara semakin membuat penasaran
           
“dipersingkat…”pintaku
           
“apa yang kupilih ini adalah hidayah yang tak akan pernah aku sia-siakan. Kehidupan glamour semasa menjadi model di majalah ternyata membuat eyang putriku di Yogya merasa khawatir, sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya beliau ingin sekali aku behijab dan menjadi wanita muslimah seutuhnya. Tentu saja orang tuaku sangat tidak merestui terutama mamah, menurut beliau dengan aku berhijab semua prestasi modeling yang telah susah payah aku rintis akhirnya harus berakhir” Mutiara menjeda ceritanya, ia seperti menahan sesak kemudian melanjutkan  kembali kisahnya “Yang aku sesali hingga Eyang putri mnghembuskan nafas terakhir, aku belum sempat berhijab”  Mutiara tertunduk penuh penyesalan
           
Aku menggenggam tangannya mencoba memberi kekuatan
           
“Hingga kemudian sebuah peristiwa yang hampir merenggut nyawaku membuat aku menyadari, bahwa malaikat maut bisa menjemputku kapan saja. Apakah aku siap kembali ke sisi-NYA sedangkan aku masih melanggar perintah-NYA. Keputusanku untuk berhijab dan melepas dunia modeling membuat mamah sangat marah, bahkan beliau membuang semua jilbab yang sedkit demi sedikit aku kumpulkan. Aku bersyukur semasa kuliah memiliki teman-teman yang memberikan kekuatan agar aku tetap istikomah di jalan-NYA. Dan akhirnya waktu jua lah yang membuat mamah mengerti.” Mutiara bercerita panjang lebar
           
“Alhamdulillah wa syukurillah. Aku bahagia sekali mendengarnya. Lalu kesibukanmu sekarang apa?” Tanyaku
           
“Aku sedang merintis usaha butik muslimah, masih kecil-kecilan. Setidaknya kegemaranku mendesign dapat tersalurkan” jawabnya tersenyum bahagia
           
“Allah memang telah merencanakan hal-hal indah kepada umat-NYA yang bertakwa. Tetap istikomah ya..” ucapku tulus
           
“mohon doanya ya. Amiin semoga Allah mengijabahnya. Aku juga sangat berterima kasih terhadapmu, untuk persahabatan dan pemahaman-pemahaman agama  yang pernah kamu ajarkan terhadapku dulu” Mutiara berujar

# TAMAT #

5 komentar:

  1. Ceritanya baguuuss. Penuh hikmah. Sayang banyak kesalahan tanda baca. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih sudah mampir untuk membaca. Waah saya senang sekali jika mendapat kritikan yg membangun. Masih belajar untuk bisa menulis lebih baik lagi :)

      Hapus
  2. uuhhh masha Allah saya merinding mbak bacanya.... keren keceh... sukses ya mbak keep fight saya juga ketika itu saya merasa masih bisa berada di atas tanah tapi entah kapan kita akan ada di bawah tanah.....

    BalasHapus