Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 15 September 2014

Sekelumit Cerita menuju "FLP Muda 18"

Tak terasa enam bulan terlalui sudah, belajar untuk lebih memahami dunia literasi kepenulisan yang baik dalam Forum lingkar Pena. Forum kepenulisan yang sejak lama  memang sangat saya idamkan untuk bisa bergabung ke dalamnya setelah saya mengenal dan jatuh cinta pada dunia buku, dimana penulis buku yang pertama kali membuat saya terpikat dengan dunia bacaan adalah pendiri Forum Lingkar Pena. Ya..beliau adalah Bunda Helvy Tiana Rosa, dimana karyanya yang berjudul "Ketika Mas Gagah Pergi" membuat saya terus dan terus ingin tau lebih banyak kisah dan cerita bahkan sampai terobsesi dengan sosok seorang kakak laki-laki seperti Mas Gagah.

Tergabung di angkatan 18, bertemu bersama teman-teman yang lain yang masih asing bagi saya kecuali salah seorang teman yang memang sudah lama saya kenal. Iya..ia pun suka pada buku. Setiap 2 pekan sekali, mengadakan pertemuan dimana pembicaranya adalah orang-orang yang ahli dibidangnya terutama dunia kepenulisan, Sebut saja Buda Afifah Afra, Mas Taufan E. Prast, Mas sakti Wibowo dan lain-lain pernah membagi ilmunya selama kami masih menyandang status Pramuda.
Flash Back (sedikit dokumentasi saat pertemuan) :
Bersama Mas Taufan E.Prast

Bersama Bunda Afifah Afrah

Bersama Mas Sakti Wibowo
Ya..tak terasa kurang lebih sepekan lalu, setelah melalui pembelajaran, tugas-tugas akhirnya kami dinyatakan lulus resmi sudah berpredikat Muda anggota FLP 18 setelah sesi inagurasi.

Moment yang paling berkesan justru adalah saat dimana menjelang akhir-akhir, ketika tengah mempersiapkan untuk inagurasi yakni latihan drama. Entahlah saat-saat itulah saya merasa lebih dekat dengan yang lain. kami yang bahkan mungkin sebelumnya memang jarang sekali untuk berkumpul bersama-sama seperti itu. Moment latihan selama tiga hari itu ada rasa kebersamaan, senyum dan tawa bahkan sedikit tahu apa yang memang tidak di ketahui selama ini.
Akhirnya pada, hari minggu yang tepat diadakan tgl 07 September 2014 di ruang penghargaan Museum Mandiri, tempat yang biasanya pun menjadi pertemuan kami saat pembelajaran inagurasi kami terlaksana. Di pandu oleh kakak senior di angkatan sebelumnya. Ka' Winda dan Ka' Imam selaku pembawa acara.

Acara itupun turut dihadiri oleh ketua FLP Jaya, Mas Sudiyanto lalu dilanjutkan sambutan oleh Mba Yusi Rahmaniar selaku ketua FLP Jakarta. Setelahnya adalah acara hiburan musikalisasi puisi dari Mas Ikal dan Mas Agus selaku senior yang turut membimbing kami adik-adik angkatannya. Juga ada persembahan musikalisasi puisi dari Icha "Anggota FLP 18", sebagai pemanasan awal kami pun di suguhkan standup  comedy dari Mahatir selaku anggota Muda 18 juga yang berhasil mengocok perut kami dan kemudian adalah drama pengadilan yang dipersembahkan oleh angkatan muda 18 [dimainkan dengan sangat piawai oleh Victor, Annas, Mba Ipah, Andri, Ali, Anggy, Janna, Lili, Sholeh dengan skenario ditulis dengan sangat baik oleh Mba Ratna] diselingi musikalisasi [Hana dan Azhar] serta puisi yang menyentuh dari Rufai.

Setidaknya latihan yang hanya beberapa hari itu di persembahkan sempurna oleh teman-teman angkatan 18. berikutnya adalah pemotongan tumpeng, oleh Mas Sudiyatno, karena hari inagurasi itu hampir bertepatan dengan milad FLP Jakarta yang jatuh pada tgl 10 September yang kemudian dilanjutkan acara makan-makan bersama hingga jam makan siang dan rehat untuk menunaikan shalat.

Angkatan muda 18 pun telah memiliki karya yang disusun dalam bentuk antalogi yang diberi judul "Buku Dongeng Airis" dimana buku tersebut berisi karya tulis anggota Muda 18. Antalogi tersebut di prakasai oleh Mas Ikal yang bersedia untuk membantu mengumpulkan karya anggota 18 dan dibentuk dalam draft buku.

Selanjutnya, selepas rehat adalah sesi inti acara tersebut yakni hadirnya Mas Boim Lebon, penulis kawakan yang sudah melalang buana dengan karya-karyanya. Beliau yang kini aktif sebagai produser di stasiun Televisi Swasta berbagi ilmu dan pengalamannya dengan kami yang hadir di acara tersebut. Pembawaan beliau yang penuh humoris melalui karya tulisnya memang sangat tertuang nyata dalam kepribadiannya. Selain itu beliau pun sangat ramah dan bersahaja. 

Selama beberapa jam segala cerita dan pengalaman dari seorang Boim Lebon mengalir yang terkadang pun diselingi tawa dari kami yang hadir karena beliau yang selalu apik dengan penyampaiannya yang menghibur. Sebelum penutupan adalah acara sesi foto bersama Boim Lebon.

 
Selayaknya sebuah keluarga, rasa kebersamaan dan kerjasama itu harus ada. Sudah semestinya forum sebesar FLP ini menjadi wadah untuk menyalurkan karya-karya tulis terbaik untuk membangun negeri dengan hasil karya yang bermoral dan beraqidah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar