Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Senin, 19 Mei 2014

Mengapa Akhirnya Saya Memutuskan Untuk Menulis ??

Berawal dari kebiasaan saya yang hanya dan selalu bisa mengungngkapkan segala rasa lewat buku harian. Entah sudah berapa banyak buku harian yang telah saya hatamkan menceritakan segala kisah dan cerita hidup.

Di samping itu kebetulan saya memang sudah jatuh cinta pada yang namanya buku saya senang sekali membaca, ya meskipun lebih umum bacaan ringan seperti novel dan cerpen. Perlu diketahui saya adalah tipe seorang manusia yang terlalu pendiam, pemalu dan terkadang tidak percaya diri. Bahkan dalam beberapa kali serasa tidak memiliki arti hidup.

Sepanjang perjalanan hidup, saya pernah mengalami masa kelam masa dimana sebenarnya ingin saya lupakan segala rasa sakit di dalamnya. Suatu fase kehidupan dimana bagi kebanyakan orang masa itu adalah masa cemerlang, masa gemilang. Tapi, tidak untuk saya.
Masa itu adalah ketika SMA, masa yang amat sangat tidak menyenangkan menurut saya. Tahu kenapa ? Di masa itu saya merasa benar-benar sendiri, saya semakin merasa terpuruk sebab saya pernah mengalami "pembully" an oleh salah satu geng di sekolah itu. Hampir 3 tahun lamanya, sepanjang masa sekolah berlangsung. Adakah yang bisa merasakan seperti apa sakitnya diperlakukan seperti itu. Bukan, pembully-an itu tidak perhal soal fisik tapi lebih kepada ejekan, hianaan, ancaman. Tahukah,,bahwa lidah bahkan lebih tajam dari pedang ?? Saya berusaha untuk melupakannya, memaafkan rasa sakit itu tapi jujur setiap saya mengingatnya kembali rasa pedih itu muncul lagi, di hati. Luka itu masih sangat membekas. Lalu kemana orang-orang yg lain ? sejujurnya tidak ada yang sungguh-sungguh perduli dengan keadaan saya, bisa dikatakan mungkin saya tidak memiliki seorang teman pun untuk bisa mengerti tentang saya atau ada yang iba memberikan bantuan pada saya untuk memberi sikap tegas pada geng tersebut. Tidak..seperti saya ketakan sebelumnya TIDAK ADA YANG PERDULI PADA SAYA. Bahkan untuk mengadukan bagian kesiswaan pun rasanya percuma. Luka itu memang tidak terlihat tapi sangat pedih di hati, di psikologi kejiwaan saya. Dan Saya pun merasa amat sangat tertekan pada fase itu.

Saya sadar saya memang tipekal manusia yang tak pernah berarti bagi siapapun, dan saya tak pernah dikenal mungkin sebagian orang tak menyadari keberadaan saya. Dilupakan. itu sudah hal yang biasa untuk saya.

Lalu saya menemukan dunia dimana saya merasa bisa menjadi siapapun, mewujudkan apa yang tak pernah terjadi pada hidup saya. Ya, dengan menulis perasaan segala resah berangsur terobati. Saya berkarya untuk membuktikan pada dunia, pada hidup ini bahwa seorang saya pernah ada di dunia ini meskipun mungkin lebih banyak yang  tidak perduli.


ya..seperti quote di atas, saya ingin mengukir sejarah hidup. Setidaknya ada suatu karya yang bisa dikenang (jika ada yang bersedia untuk mengenang) meskipun ketika saya telah tiada nanti. Bahkan saya berharap melalui karya itu saya bisa menggerakan sebuah kebaikan dan bermanfaat bagi siapapun yang bersedia untuk membacanya.

Dan inilah bukti rekam jejak saya, salah satu cara menenangkan pikiran dan meredamkan hati yang nyeri.
 

2 komentar:

  1. he..he....selamat menulis deh kalau begitu...:) semoga tulisannya bisa menginspirasi banyak orang dan menuai pahala kelak di surga...amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin..allahumma amiin. Harapannya memang seperti itu akan membawa manfaat bagi si pembaca :)

      Hapus