Selamat Datang Sobat, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak ya... ^_^
Monarch Butterfly 2

Rabu, 05 Februari 2014

Melewati Pergantian Usia : Berpetualang Di gunung Papandayan

http://3.bp.blogspot.com/-b3nIJbrxhcw/UCUrcZaRPvI/AAAAAAAABEk/3gRTcJynVAk/s50/smile.gifYihaaa...Harapan kecil saya yang lain pun terpenuhi sudah yakni melewati pergantian usia dengan suasana berbeda, berpetualang di Gunung. Alhamdulillah tepat 01 Februari lalu ketika usia saya telah genap seperempat abad saya melewati pergantian usia menyatu dengan alam, hal yang saya impikan sejak lama meski tanpa perayaan, meski tanpa banyak ucapan ( Bahkan teman-teman terdekat saya pun ga inget sama sekali ) apa lagi kue tart sangat mungkin ga ada. Melakukan pendakian bertemakan #Camping Ceria yang di usung salah satu komunitas @temanjalan_id, saya bersama 25 orang lainnya memulai petualangan tersebut (mereka adalah orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya kecuali salah seorang adik yang memang sengaja saya ajak, jadi wajarkan ga ada 1 pun yang tau bahwa salah seorang dari tim mereka tengah ada yang melewati moment spesial baginya) ke salah satu gugusan pegunungan di Garut Gunung Papandayan dengan ketinggian mencapai 2665 mdpl.

Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung yang masih aktif yang diapit sebelah selatan oleh Gunung Guntur dan sebelah timurnya Gunung Cikuray yang tinggi menjulang menembus langit Garut. Sekitar tahun 2002 Gunung Papandayan pernah memuntahkan larvanya sehingga hutan-hutan disekitar pegunungan tersebut mengering tak bersisa, dan sangat khas pula dengan sebutan hutan mati serta kawah yang menyemburatkan aroma belerang menyengat di kawasan alam Gunung Papandayan.

Oke, tidak usah berlama-lama lagi, karena tulisan ini tidak menceritakan detail akan Gunung tersebut namun berkisah akan petualangan yang kami jejaki.

Saat itu Jum'at 31 januari 2014, perjalanan kami dimulai. Sesuai dengan kasepakatan, semua tim berkumpul dan bertemu di terminal Kampung Rambutan. Rencana awal jam 10 adalah meeting point, namun mungkin karena sedikit gerimis dan ya jam waktu Indonesia lebih sering "ngaret" akhirnya tidak ada pembicaraan lebih lanjut selain berkenalan dahulu dengan beberapa orang lainnya. Ketika para laki-laki selesai sholat jum'at dan kaum wanita menunaikan shalat zuhur. kami pun menuju bus yang akan membawa kami ke Garut.

Singkat cerita menjelang waktu Isya berkumandang kami tiba di kota Garut. Di sebuah rest area kami berhenti dan menunaikan shalat terlebih dahulu. Kemudian perjalanan kami lanjutkan untuk menuju kawasan alam Gunung Papandayan dengan sebuah mobil pick up (bak terbuka). Saya sangat menikmati perjalanan tersebut duduk di mobil tanpa penutup dengan angin bertiup sejuk nan dingin, dengan canda dan tawa sehingga perjalanan tersebut tidak terlalu membosankan. Meskipun langit gelap tanpa bulan dan terlihat mendung, untungnya hujan tidak turun. Bahkan saya masih sangat menikmati kala hamparan taburan ribuan bintang berkerlip indah dikelamnya malam (saya selalu suka hal ini ).
Perjalanan cukup menegangkan dikala sudah mendekati wilayah kawasan alam Papandayan, jalanan yang rusak dan menanjak sempat membuat beberapa kali perjalanan kami terhambat. Namun, Alhamdulillah kami tiba juga di kaki gunung, karena sudah sangat larut kamipun bermalam di pos pendakian di sebuah warung dengan posisi tidur seadanya terlebih di temani pula hembusan angin alam yang sangat dingin.

Esok paginya kami semua berkumpul dan bersiap melakukan pendakian, semua khusyuk berdoa sebelum kaki mulai melangkah dalam petualangan.

Awal-awal perjalanan semua masih biasa saja namun di beberapa meter kedepannya diantara kami sudah ada yang kepayahan (termasuk saya) kerap dalam beberapa langkah kami rehat. Kalau saya pribadi agak tidak kuat dengan kondisi yang menanjak sehingga nafas terasa tersengal. Ransel di pundak ada kalanya pun menjadi beban, namun tetap tidak menjadi halangan berarti untuk kami terus melangkah.
Sungguh maha dahsyat ciptaan Tuhan, memang benar adanya bahwa untuk menemukan hal-hal indah kita tentu akan melewati banyak rintangan. Jejak pertama adalah melihat keindahan samudra awan di beberapa meter ketinggian dari tanah gunung Papandayan. Dan tak kami siakan mengabadikan moment pemandangan alam menakjubkan tersebut.

Setelahnya adalah kawah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, dengan mengeluarkan asap tebal dan aroma belerang menusuk hidung.

Beberapa meter setelahnya tempat kami semua rehat serentak, di belakang kami terpampang anggun pemandangan maha dahsyat indahnya. Lukisan sebuah potret belum tentu bisa mewakilinya kecuali mata yang langsung menatap dimanjakan anugrah ciptaan Sang Maha kuasa.
 
Perjalanan pun dilanjutkan menuju area perkemahan yang lebih dikenal dengan Pondok Salada. Setelah laporan kami masih harus menanjak dan melangkahkan kaki lagi untuk mencapai tempat tujuan. Sesampainya, ahh..rasanya surga banget benar-benar bisa melepas ransel dan istirahat lebih lama.
Kala itu area sudah cukup ramai dengan berdirinya beberapa tenda di area lokasi, setelah mencari-cari tempat yang sekiranya nyaman untuk membangun tenda dimulailah pemasangan untuk tempat istrirahat kami selama di Papandayan ini.

Untuk tim female di sibukan dengan memasak keperluan logistik yg sudah kami bawa dan dikumpulkan bersama untuk makan siang kala itu, dan tim male yang mendirikan tenda. Ketika usai semuanya berkumpulah bersama menyantap makan siang, penambah energi untuk tracking selanjutnya.

Singkat cerita, beristirahat sebentar tracking selanjutnya pun dipersiapkan. Walau jujur sebenarnya saat itu saya ingin sekali tidak ikut namun, hasrat saya utk menikmati alam yang lebih dahsyat pun terbayang di pandangan mata. Saya sudah melangkah cukup jauh, saya tidak ingin menyerah hanya karena rasa lelah yang mendera. Dengan kondisi kurang fit sebenarnya karena nutrisi yang saya serap melalui makan tidak terlalu banyak karena saya hanya memakan beberapa sendok saja, kondisi alam mungkin mempengaruhi kadar nafsu makan seseorang ( entahlah ).
Tetap perjalanan masih sama, menanjank dan becek. Benar adanya ketika berada di alam, habitat alam lainlah yang bisa membantu kita untuk bertahan. Berpegang dengan akar-akar pohon, ranting-ranting pohon menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh maupun terperosok. Dan yang paling mengejutkan adalah tracking perjalanan bebatuan menjulang tinggi. Masya Allah, jujur  saya sempat ciut dan ingin berbalik. mungkin seharusnya untuk melewati terjal bebatuan itu memiliki basic wall climbing atau setidaknya pernah mencobanya.

Ah,,tapi saya tidak ingin menyerah begitu saja. Dengan lafadz-lafadz ilahi yang selalu keluar refleks dalam langkah saya setidaknya membuat perasaan takut saya sedikit mereda dan Alhamdulillah meski susah payah mampu pula saya melewatinya, meski entah harus menghabiskan berapa waktu lamanya.

Setelah perjalanan luar biasa tersebut, beberapa meter setelahnya kami disambut padang edelweis yang indah. Bunga khas pegunungan yang terkenal dan identik akan keabadian. Mungkin karena belum musim semi, edelweis itu tidak mekar secara sempurna.
Tracking belum berakhir, kami mesti menanjak lagi untuk mencapai tujuan utama puncak Papandayan. Setelah perjalanan yang melelahkan dan penuh kepayahan tibalah kami di tegal Alun, Puncaknya Papandayan dengan keindahan alam yang maha dahsyat panoramanya. Kami disambut kabut yang tebal dan edelweis indah menancap anggun di tanah dingin Papandayan.


Setelah puas mengabadikan moment dan menikmati pemandangan Tegal Alun, kami pun bersiap untuk turun dan kembali ke camp. Ah, syukurlah tidak lagi melewati jalan bebatuan tadi. Kami melewati track lain dimana terdapat ranting-ranting pohon yang gersang, Yup hutan mati. Itulah uniknya alam, meskipun jika dikonotasikan pada logika tiada keindahannya melihat habitat hidup yang rusak dan mati, namun di sana berbeda mungkin karena memang terjadi secara alamiah keindahan itu tetap nyata adanya.
ketika malam menjelang, tadinya di peruntukan untuk acara api unggun, tetapi karena api unggun tidak kunjung menyala beberapa teman lain lebih memilih bermain-main dalam kata dan rayuan di bawah temaram lampu tenda. Dan saya karena kelelahan lebih memilih untuk menghangatkan tubuh di dalam tenda dan beristirahat meskipun tidak ikut bergabung saya juga sempat tertawa mendengar dari dalam perbincangan mereka.

Paginya, langit nampak mendung acara menyaksikan sunrise-pun dibatalkan. Ya, kami akhirnya memilih untuk sarapan dan packing untuk turun gunung beberapa jam lagi.

Kepulangan kami di iringi kabut yang super tebal, dan rintik-tintik hujan mulai membasahi. Track perjalanan menurun memang agak lebih mudah untuk saya namun tetap saja, kewaspadaan tetap harus di jaga pasalnya taukah sahabat track yang kami lewati sangat super licin dan di pinggirnya adalah jurang. o'o..saya juga tak tahu darimana keberanian itu karena saya adalah tipekal orang yang memang takut ketinggian.

Tak terpikir sama sekali untuk mengabadikan moment kala itu, yang ada dalam benak saya adalah untuk segera sampai ke track jalan yang lebih bersahabat. Namun, Alhamdulillah kami mampu melewatinya. Hingga kami tiba semua dengan selamat meski ada sedikit halangan ketika setibanya kembali ke Jakarta terminal Kampung Rambutan, kedatangan kami disambut hujan yang cukup deras.

Untuk semua teman-teman baru saya terima kasih untuk semua petualangan yang telah kita lewati bersama, mengenal kalian adalah hal menyenangkan di hari spesial saya. Tidak hanya menambah kenalan tapi juga pengalaman baru yang tak akan terlupa.

Gunung Papandayan memang cukup dikenal sebagi track bersahabat khususnya bagi pendaki pemula, namun sahabat jangan pernah meremehkan apapun tentang alam. Mendaki bukan sekedar jalan dan petualangan biasa tanpa persiapan. Jadi, sebelum berpetualang untuk menaklukakan ketinggian gunung, menikmati alam berbeda lewat ketinggian diatas beberapa ribu meter tanah kesiapan fisik dan mental tetap harus prima. Dan ingatlan sahabat, alam itu harus dijaga kelestariannya jangan pernah merusak ekosistem disekitar kawasan alam bahkan mengotorinya dengan sampah-sampah yang kalian konsumsi, harus selalu menyediakan kantong untuk dibawa kembali lagi dan dibuang ke tempat semestinya.

37 komentar:

  1. Wah jadi inget waktu jaman masih muda dulu juga seneng naik gunung, tapi papandayan saya belum pernah naik. Kalau gunung di Jawa Barat yang pernak dinaiki, Gede Pangrango dan Ceremei ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelupaan, Selamat ulang tahun ya mbak .., semoga panjang umur dan tambah sukses ..

      Hapus
    2. Wah..termasuk anggota Pencinta Alama juga berarti ya ?
      Sepertinya sudah banyak pengalaman nich menaklukan ketinggian gunung di Nusantara :)

      Terima Kasih, Amiiin Semoga Allah mengijabahnya ^_^

      Hapus
  2. selamat ulang tahun mbak sitiiii...
    mg sukses selalu ^^

    *telat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Mia..^_^ Amiiin Ya Allah

      Hapus
  3. Aduh.... jadi pingin ke sini nih. Setelah idul Fitri, kalo ada yang berangkat. Ajak saya dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah..ga akan nyesel pa' pemandangannya luar biasa :)
      Soba saja pa' cari2 trip Gabungan

      Hapus
  4. Selamat ulang tahun ya... semoga usianya berkah. Pasti pengalaman naik gunungnya tak terlupakan ya. Saya juga ingin banget naik gunung... Semoga kesampaian... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih ^_^ Amiiin Ya, Allah
      sangat tak terlupakan, seperti kata slogan "Pengalaman Pertama Selalu Berkesan" :D

      Amiin..semoga ya Mba

      Hapus
  5. wahhh... kayaknya asyik tuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu asyik banget. Berpetualang di Alam itu selalu menyenangkan :)

      Hapus
  6. Saya dulu waktu muda juga sering naik Gunung Merbabu Jawa Tengah. Sekarang udah jarang naik gunung, udah berkeluarga sih ya.

    Btw, met milad ya Semoga senantiasa diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalani hidup ini.
    Berarti kita beda setahun nih umurnya. Aku juga lahir bulan Februari tapi 88

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..pasti jadi pengalaman tak terlupakan pernah menjadi pendaki :)

      Terima kasih..Amiiin Ya Rabb Semoga Allah mengijabahnya ^_^

      Hapus
    2. Betul mbak suatu pengalaman yang tak terlupakan. Nantinya bisa buat cerita anak dan cucu

      Hapus
    3. Bener banget..bahkan hanya untuk menjadi sebuah kisah kepada teman sejawat pun sangat menyenangkan

      Hapus
  7. dari dulu pengen banget mendaki gunung, tapi ada satu masalah : gak dikasih restu orangtua, takutnya entar kalo bandel mendaki juga malah kualat :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sob..jangan memaksakan jika ga dapet restu orang tua
      Mungkin diwaktu2 selanjutnya semoga saja keinganannya bisa terlaksana :)

      Hapus
  8. wah enak banget yg naik gunung ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneer..enak,,seru menikmati keindahan Alam melalui petualangan :)

      Hapus
  9. mampir mbakkkk...
    seru ya bisa berpetualang, betapa senangnya. Sayang jaman muda dulu saya tak punya nyali untuk ikut naik gunung.....sungguh menyesal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seruu banget mba...itu juga di berani-beraniin
      akhirnya kesampean juga ngerasain petualangan yg namanya naek gunung :)

      Hapus
  10. itu foto kawah dan awannya cantik banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cantik Banget Mba...huaaahhh..akan langsung termanja jika bisa menatapnya langsung ^_^

      Hapus
  11. Wah gimana tuh mendaki dg orang yg nggak kenal? Nggak bisa manja atau ngeluh dong ya. Selamat ulang tahun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Mba ^_^

      Tetap bisa menyenangkan mba, karena satu sama lainnya saling care :) selain itu menambah teman-teman baru ^_^

      Hapus
  12. Sungguh indah alam yang dilukis oleh-Nya. Jadi ingat di saat SMA, pergi menjelajahi alam bareng teman pramuka. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indah banget...alam dan naturalisasi selalu memberikan energi baru yang menyenangkan :D

      Hapus
  13. Indah banget.. ingin banget bisa kesana suatu saat nanti...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinn,,semoga segera terwujud ya mas..
      Ga akan nyesel saat udah liat langsung keindahannya ^_^

      Hapus
  14. Indah alamnya,
    aku juga suka naik gunung, itu duluu pas belom merid

    sekarang pengen sih, suamiku yang ogah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indah Bangeet mba :)

      Wahh..pasti seru tuch mba kalau seandainya bisa hiking sama suami. Disana saya nemuin banyak pasangan yang mendaki bersama

      Hapus
  15. wah senangnya bisa jalanjalan di gunung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat menyenangkan akan menjadii kesan dan pengalaman yang tak terlupakan pastinya ^_^

      Hapus
  16. indah sekali pemandangannya, kebayang bisa dpt banyak inspirasi utk nulis puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemandangan yang super indah selalu bisa menumbuhkan inspirasi apapun, menulis, puisi bahkan mungkin lagu :)

      Hapus
  17. mendki dengan yang gak dikenal ada keseruannya sendiri, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, selain dapet kenalan baru kita bisa lebih tahu banyak karakter orang yang berbeda ^_^

      Hapus